Selain Gamelan, Ini 11 Warisan Budaya asal Indonesia yang Ditetapkan UNESCO
Angklung merupakan alat musik dari daerah Jawa Barat dan berkembang di masyarakat Sunda. Instrumen angklung sebenarnya memiliki fungsi ritual keagamaan untuk mengundang Dewi Sri (Dewi padi lambang kemakmuran) agar turun ke bumi dan memberikan kesuburan pada padi.
Tari saman menjadi salah satu tari tradisional Aceh yang mendunia. Dalam tariannya diiringi dengan syair yang menggunakan bahasa Gayo atau bahasa daerah.
Ada tiga genre tari tradisional Bali yang ditetapkan menjadi warisan budaya oleh UNESCO. Adapun, tari tradisional tersebut terdiri dari 9 tari tradisional, yakni rejang, sanghyang dedari, baris upacara, topeng sidakarya, dramatari gambuh, dramatari wayang wong, legong kraton, joged bumbung, dan barong ket.
Benda asal Papua ini menjadi salah satu warisan budaya juga. Noken sendiri adalah hasil kerajinan tangan masyarakat berupa tas hasil anyaman dari kulit kayu pohon biyik.
Pinisi adalah teknik perkapalan tradisional yang dimiliki nenek moyang bangsa Indonesia. Teknik ini berbeda dengan yang digunakan oleh bangsa Barat yang menggunakan komputer.
Bela diri asal Indonesia ini mengandung nilai seni tradisional. Bahkan, ada legenda yang menyebutkan bahwa pencak silat pernah dilakukan oleh pendekar Betawi bernama si Pitung.
Pantun ditetapkan menjadi warisan budaya pada tahun 2020. Keputusan UNESCO menetapkan pantun sebagai warisan budaya karena memiliki arti penting bagi masyarakat Melayu tak hanya soal komunikasi tetapi nilai dan paduan moral.
Nah, jadi sudah tahu kan warisan budaya Indonesia yang diakui UNESCO apa saja?
Editor: Puti Aini Yasmin