Seru Banget! KemenPPPA Hidupkan Lagi Permainan Tradisional lewat Festival Anak Bermain
JAKARTA, iNews.id - Permainan tradisional yang dahulu menjadi bagian dari keseharian anak-anak Indonesia kini mulai diperkenalkan kembali di tengah era digital. Di saat anak semakin akrab dengan gadget, permainan rakyat hadir sebagai alternatif hiburan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mengajak mereka aktif bergerak dan berinteraksi secara langsung.
Upaya menghidupkan kembali permainan rakyat tersebut dilakukan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) melalui Festival Anak Bermain di kawasan Car Free Day (CFD), Jalan Pintu Satu Senayan, Jakarta, Minggu (8/11/2026).
Dalam festival tersebut, sedikitnya 18 jenis permainan tradisional diperkenalkan kepada anak-anak dan masyarakat. Beragam permainan itu mengajak peserta untuk mencoba aktivitas fisik sekaligus mengenal kembali kekayaan budaya yang tumbuh di berbagai daerah Indonesia.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan, permainan tradisional memiliki peran penting dalam mengenalkan budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diharapkan kembali memiliki ketertarikan terhadap permainan yang menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia.
"Untuk mengembalikan lagi untuk anak-anak kami cinta kepada kebudayaannya sendiri. Salah satunya melalui permainan tradisional yang berbasis kearifan lokal," ujar Arifa saat ditemui iNews.id di lokasi.
Menurut Arifa, perkembangan teknologi membuat anak-anak semakin sulit lepas dari gadget. Karena itu, diperlukan pilihan kegiatan lain yang bisa membuat mereka tetap menikmati waktu bermain tanpa harus selalu terpaku pada layar ponsel.
"Kami ingin, ... anak-anak ini kan enggak bisa lepas dari gadget, tapi kami harus memberikan alternatif, salah satunya dengan permainan tradisional," katanya.
Menariknya, festival ini tidak hanya mengundang rasa penasaran anak-anak. Sejumlah orang tua juga terlihat ikut mencoba permainan yang disediakan. Momen tersebut sekaligus mengingatkan mereka pada aktivitas bermain yang pernah populer saat masa kecil.
Arifa menilai antusiasme anak-anak dan orang tua menjadi respons positif. Dia berharap permainan tradisional dapat kembali menjadi pilihan aktivitas anak, terutama untuk mendorong gerak motorik dan interaksi sosial.
"Ini artinya responsnya sangat luar biasa, dan mungkin ini juga akhirnya membangun kesadaran masyarakat kita bahwa anak-anak kita harus dilindungi. Salah satu caranya ya mereka harus punya gerakan motorik, bukan hanya mager, malas gerak, di kamar hanya main gadget," tuturnya.
Kementerian PPPA berharap festival tersebut tidak hanya berlangsung sebagai kegiatan satu kali. Arifa ingin kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan diperluas ke berbagai daerah dengan dukungan pemerintah daerah.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya juga disebut memberikan dukungan agar pemerintah daerah menggelar kegiatan serupa. Dengan demikian, pengenalan permainan tradisional tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi bisa menjangkau anak-anak di berbagai wilayah.
Festival Anak Bermain diselenggarakan melalui kerja sama Kementerian PPPA dengan GBK dan Komite Permainan Rakyat dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI), serta didukung Sriwijaya Capital.
Melalui pengenalan kembali permainan rakyat, pemerintah berharap anak-anak Indonesia tetap mengenal budaya sendiri di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Permainan tradisional pun diharapkan tidak sekadar menjadi kenangan masa kecil orang tua, tetapi kembali hadir sebagai bagian dari aktivitas bermain generasi sekarang.
Editor: Muhammad Sukardi