JAKARTA, iNews.id - Pemerintah berencana menghentikan impor elpiji atau gas melon yang saat ini digunakan rumah tangga. Sebagai gantinya, akan dibangun jaringan gas yang langsung menyasar ke rumah-rumah.
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Dony Oskaria mengatakan, langkah tersebut dimulai dengan mengubah model bisnis PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang difokuskan untuk bisnis di midstream dan downstream.
Anggaran Subsidi BBM-Gas Elpiji 3 Kg Dipangkas Rp11,44 Triliun Mulai Tahun Depan
Dia mengatakan, PGN nantinya akan membangun jaringan gas ke rumah tangga. Mirip seperti model air PAM, rumah tangga nantinya diarahkan untuk menggunakan gas dari pipa transmisi yang digarap PGN.
"Kita akan mengubah juga model bisnis daripada PGN, itu akan fokus di midstream dan downstream. Nanti gas akan salurkan ke rumah-rumah, tidak ada lagi gas-gas melon," ujarnya dalam acara Investor Daily Summit 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Pemerintah Siapkan Rp272,9 Triliun untuk Subsidi BBM hingga Elpiji 3 Kg di 2027, Ini Rinciannya
Dony menjelaskan, kebijakan tersebut dilakukan pemerintah untuk menghilangkan impor elpiji yang selama ini masih menyimpan porsi cukup besar terhadap belanja negara. Sebab setiap tahunnya, sekitar 80-85 persen pemenuhan kebutuhan elpiji 3 kg masih didatangkan dari impor.