Siap-Siap! Pembelian Pertalite Bakal Dibatasi, Ini Kelompok yang Dilarang
Bahlil menegaskan kebijakan tersebut tidak diarahkan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, di tengah pergerakan harga minyak mentah dunia atau Indonesian Crude Price (ICP).
"Yang kedua, saya sama Pak Menteri bersepakat bahwa harga ICP dunia yang tidak menentu sampai sekarang, kami dua punya komitmen atas dasar perintah Pak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik. Ini yang paling penting. Dan kami juga merumuskan ketika harga dunia itu turun maka harga yang non-subsidi pun bisa melakukan penyesuaian dengan harga dunia. Kalau turun, ya turun. Kalau naik, ya terkoreksi juga untuk kenaikan," ujar Bahlil.
Purbaya mengatakan, pembatasan Pertalite tidak serta-merta membuat konsumsi BBM secara nasional turun drastis. Perubahan utama terjadi pada penerima manfaat subsidi karena kelompok masyarakat mampu akan diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.
"Konsumsi mungkin akan sama, cuma subsidi akan berkurang karena sebagian terpaksa beli yang tidak bersubsidi. Kita lihat nanti seperti apa, kita sedang pelajari sistemnya seperti apa, yang jelas saya sudah lihat sistemnya bisa dijalankan, mobil per mobil, atau desil per desil. Yang jelas kita incar adalah yang atas aja supaya mereka beli sesuai dengan kemampuan mereka," tutur Purbaya.
Terkait waktu penerapan, Purbaya menyebut pemerintah menargetkan sistem pembatasan Pertalite dapat berjalan sebelum memasuki tahun anggaran berikutnya.
"Sebelum tahun depan. Akhir-akhir tahun lah," pungkas Purbaya.
Editor: Puti Aini Yasmin