Sidang Praperadilan Sofyan Basir Ditunda Hingga 17 Juni 2019

Felldy Utama ยท Senin, 20 Mei 2019 - 12:43 WIB
Sidang Praperadilan Sofyan Basir Ditunda Hingga 17 Juni 2019

Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda sidang praperadilan penetapan tersangka Sofyan Basir hingga 17 Juni 2019. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Sidang perdana praperadilan Sofyan Basir di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan dengan agenda pembacaan permohonan harus ditunda hingga empat pekan mendatang. Hal itu menyusul permohonan penundaan yang dilayangkan pihak termohon dalam hal ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Mengawali masa sidang, terlihat kursi barisan pihak termohon (KPK) masih kosong. Hakim Tunggal Agus Widodo menyampaikan PN Jaksel akan memanggil kembali pihak termohon. Kemudian, hakim Agus menyampaikan kepada pihak pemohon yakni tim kuasa hukum Sofyan Basir untuk menunda agenda sidang praperadilan hari ini.

BACA JUGA:

Sidang Praperadilan Sofyan Basir Digelar Hari Ini, KPK Minta Dijadwalkan Ulang

KPK Periksa Menteri ESDM Ignasius Jonan untuk Tersangka Sofyan Basir

Sidang Perdana Praperadilan Sofyan Basir soal PLTU Riau-1 Digelar Hari Ini

Namun, salah satu kuasa hukum Sofyan Basir, Soesilo Aribowo merasa keberatan atas surat permohonan penundaan sidang yang dilayangkan KPK. Menurut dia, putusan penetapan praperadilan itu paling lambat diputuskan selema tujuh hari.

"Kami keberatan, kalau kami usul ditunda tiga hari karena kalau seminggu saja kepotong (libur) lebaran," kata Soesilo, dalam persidangan, di PN Jaksel, Senin (20/5/2019).

Kendati demikian, Hakim Agus tak mengindahkan permohonan yang dilayangkan tim kuasa hukum Sofyan Basir. Bahkan, dia langsung memutuskan sidang ini ditunda usai Hari Raya Idul Fitri (Lebaran).

"Kami akan menentukan sidang setelah lebaran. Baik, sidang diundur Hari Senin 17 Juni 2019," kata Hakim Agus sambil mengetuk palu.

Mantan dirut Bank Rakyat Indonesia (BRI) itu resmi mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel) dengan nomor perkara 48/Pid.Pra/2019/PN JKT.SEL. Pengajuan itu tertera pada hari Rabu (8/5/2019).

Dalam praperadilan yang diajukan Sofyan ada sejumlah petitum di antaranya meminta komisi antirasuah tidak melakukan tindakan hukum apapun kepada pemohon, seperti pemeriksaan, penahanan, penggeledahan, dan penyitaan.

Sofyan juga menyatakan KPK tidak sah dalam melaksanakan penetapan dirinya sebagai tersangka. Lantaran, pihak Sofyan menilai KPK tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.


Editor : Djibril Muhammad