Soal Dugaan Suap Tambang Ilegal, Ferdy Sambo Ngaku Pernah Periksa Kabareskrim dan Ismail Bolong

Achmad Al Fiqri ยท Selasa, 29 November 2022 - 14:27:00 WIB
Soal Dugaan Suap Tambang Ilegal, Ferdy Sambo Ngaku Pernah Periksa Kabareskrim dan Ismail Bolong
Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo angkat bicara soal dugaan suap bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim) yang menyinggung nama Kabareskrim Komjen Agus Andrianto. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo angkat bicara soal dugaan suap bisnis tambang ilegal di Kalimantan Timur (Kaltim). Sambo mengaku pernah memeriksa Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan Ismail Bolong terkait kasus itu.

Hal itu disampaikan Sambo saat jeda sidang kasus dugaan perkara pembunuhan berencana Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

"Iya sempat (periksa Kabareskrim dan Ismail Bolong)," kata Sambo, Selasa (29/11/2022).

Dia menjelaskan pihaknya tak melepas Ismail Bolong dalam kasus tersebut. Sambo pun menyebut laporan dugaan etik terkait kasus suap tersebut telah dituntaskan dan disampaikan ke pimpinan Polri.

"Laporan resmi sudah saya buat, intinya kan seperti itu. Jadi bukan tidak tindak lanjuti," tutur Sambo.

Sebelumnya, Sambo mengaku telah membuat laporan hasil penyelidikan terkait dugaan suap tambang ilegal di Kalimantan Timur. LHP itu bernomor R/ND-137/III/WAS.2.4./2022/Ropaminal tertanggal 18 Maret 2022. Dokumen itu ditandatangani oleh Hendra Kurniawan selaku mantan Karo Paminal Propam Polri dan ditujukan kepada mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo.

Dalam LHP itu, Ismail Bolong, seorang mantan anggota Polres Samarinda, Kalimantan Timur mengaku memberikan uang senilai Rp6 miliar kepada Kabareskrim Polri, Komjen Agus Andrianto.

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto menilai LHP tersebut tidak ditemukan barang bukti yang kuat. Bahkan, dia menyinggung kasus Brigadir J yang ditutup-tutupi oleh Ferdy Sambo.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda