Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Anjlok Tembus Rp17.105, Airlangga: Mata Uang Lain Juga Melemah
Advertisement . Scroll to see content

Strategi BI usai Rupiah Tembus Level Rp17.100 per Dolar AS

Rabu, 08 April 2026 - 04:10:00 WIB
Strategi BI usai Rupiah Tembus Level Rp17.100 per Dolar AS
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti. (Foto: Sindonews)
Advertisement . Scroll to see content

Dia menerangkan, langkah ini diambil untuk memastikan bahwa tekanan terhadap Rupiah akibat sentimen global tidak mengganggu fundamental ekonomi domestik secara ekstrem.

Terkait eskalasi konflik di Timur Tengah yang menjadi pemicu utama lonjakan harga komoditas dan pelemahan nilai tukar, Destry menilai Indonesia memiliki posisi tawar yang cukup kuat. 

Sebagai negara eksportir komoditas, kenaikan harga energi dan pangan global diprediksi akan memberikan tambahan pendapatan negara yang dapat menjadi penyeimbang (offset) bagi pelemahan Rupiah.

“Dampak konflik Timur Tengah bersifat dua arah, di mana kenaikan harga komoditas dan posisi Indonesia sebagai negara eksportir dapat memberikan efek positif bagi perekonomian kita, sehingga dapat mengimbangi tekanan terhadap nilai tukar akibat eskalasi tersebut,” ucap Destry.

Editor: Aditya Pratama

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut