Sufmi Dasco Ahmad Jadi Penjamin, Polisi Terima Penangguhan Penahanan Lieus

Okezone ยท Senin, 03 Juni 2019 - 16:50 WIB
Sufmi Dasco Ahmad Jadi Penjamin, Polisi Terima Penangguhan Penahanan Lieus

Polisi menerima permohonan penangguhan penahanan Lieus Sungkharisma. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Polisi menerima permohonan penangguhan penahanan yang diajukan Mustofa Nahrawardaya. Hal yang sama juga diberikan polisi kepada Lieus Sungkharisma.

Mustofa merupakan tersangka penyebaran berita bohong alias hoaks kerusuhan Akis 22 Mei 2019. Sementara Leuis, tersangka kasus dugaan makar.

Polisi menerima penangguhan penahanan keduanya karena mendapat jaminan dari Direktur Advokasi dan Hukun BPN Prabowo-Sandiaga, Sufmi Dasco Ahmad.

Sufmi menuturkan, setelah diterima permohonan tersebut, kedua orang tersebut bisa menghirup udara bebas dari balik penjara pada sore hari ini.

"Surat jaminan penangguhan penahanan sudah kita sampaikan kepada penyidik dan saya sudah bertemu dengan Pak Mustofa Nahra, insyaallah siang atau sore ini sudah keluar," kata Dasco di Bareskrim, Jakarta, Senin (3/6/2019).

Wakil ketua umum Partai Gerindra itu mengatakan, tersangka makar Lieus Sungkharisma juga akan keluar dari Rutan Polda Metro Jaya.

"Iya baik Lieus maupun pak Mustofa nahra sudah dikabulkan penangguhan penahanannya, dan hari ini bisa keluar baik dari Polda Metro maupun Bareskrim Mabes Polri," tutur Dasco.

Dasco menjelaskan, selama menjadi penjamin, dirinya menjadi orang paling bertanggung jawab apabila dua tersangka itu tidak kooperatif atau berusaha melarikan diri. "Saya penjaminnya (dua orang tersangka)," ujar Dasco.

Lieus Sungkharisma dilaporkan Jalaludin. Laporan terhadap aktivis Lieus Sungkharisma ke Bareskrum Mabes Polri dengan Nomor Laporan LP/B/0441/B/2019/Bareskrim tertanggal 7 Mei 2019. Kemudian Laporan tersebut dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Lieus dilaporkan atas Tindak Pidana Penyebaran Berita Bohong atau hoaks dengan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 14 dan atau Pasal 15 serta terhadap Keamanan Negara atau Makar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 107 juncto asal 110 juncto Pasal 87 dan atau Pasal 163 juncto Pasal 107.

Sementara Mustofa ditangkap terkait dirinya sebagai pemilik/pengguna/pengakses/pengelola akun Twitter @AkunTofa dan @TofaLemonTofa.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu disangka melanggar pasal 45 ayat (2) Jo Pasal 28 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE atau Pasal 14 ayat (1) dan (2) atau Pasal (15) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang diketahui terjadi pada 24 Mei 2019 di Jakarta Selatan.

Editor : Djibril Muhammad