Taufik Hidayat Ngaku Jadi Kurir Penerima Uang Imam Nahrawi, Begini Reaksi KPK

Riezky Maulana ยท Jumat, 08 Mei 2020 - 22:29 WIB
Taufik Hidayat Ngaku Jadi Kurir Penerima Uang Imam Nahrawi, Begini Reaksi KPK

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri. (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Taufik Hidayat buka-bukaan soal dugaan kasus korupsi dana hibah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Dia mengaku menjadi kurir penerima uang untuk mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri mengatakan, lembaganya masih mendalami keterangan wakil ketua Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) periode 2016-2017 itu.

"Saat ini, pemeriksaan saksi-saksi lain masih akan terus dilakukan dan tentu fakta tersebut perlu dilakukan pendalaman lebih lanjut dengan mengonfirmasi kepada saksi lainnya," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/5/2020).

Pengembangan sebuah perkara, Ali memaparkan, akan dilakukan berdasarkan fakta-fakta hukum seperti keterangan saksi saling bersesuaian satu dengan lainnya. "Kemudian ditemukan bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan seseorang menjadi tersangka," katanya.

Ali memaparkan, jaksa penuntut umum (JPU) akan merangkai pengakuan para saksi termasuk dari Taufik sebagai bagian dari analisis yuridis dalam surat tuntutan.

"Seluruh fakta-fakta dari para saksi tersebut, JPU nanti akan rangkai di bagian analisis yuridis dalam surat tuntutannya dan berikutnya tentu kita tunggu putusan Majelis Hakim," ujarnya.

Sebelumnya, Taufik mengakui menjadi kurir penerima uang untuk Imam Nahrawi. "Saya hanya diminta tolong seperti itu ditelepon, dan ya saya sebagai kerabat di situ ya saya membantu, tapi saya tidak konfirmasi ke Pak Imam kalau uang sudah dititipkan ke Ulum," kata Taufik di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020.

Taufik menjadi saksi untuk terdakwa mantan Menpora Imam Nahrawi yang didakwa menerima suap sebesar Rp11,5 miliar dan gratifikasi Rp8,648 miliar dari sejumlah pejabat Kemenpora dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Sidang dilakukan melalui sarana "video conference", Taufik berada di kediamannya sedangkan Imam Nahrawi berada di rumah tahanan (rutan) KPK, jaksa penuntut umum (JPU) KPK, majelis hakim dan sebagian penasihat hukum berada di pengadilan Tipikor Jakarta.

Dalam dakwaan disebutkan pada Januari 2018, Direktur Perencanaan dan Anggaran Program Satlak Prima Tommy Suhartanto menyampaikan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Program Satlak Prima 2016-2017 Edward Taufan Pandjaitan alias Ucok bahwa ada permintaan uang dari Imam kepada Tommy. Tommy lalu meminta Ucok menyiapkan Rp1 miliar untuk diserahkan ke Imam melalui staf khusus Imam Nahrawi yaitu Miftahul Ulum.

Ucok lalu mengambil uang Rp1 miliar yang berasal dari anggaran program Satlak Prima. Asisten Direktur Keuangan Satlak Prima Reiki Mamesah lalu mengambil uang itu lalu menyerahkan uang tersebut kepada Taufik Hidayat di rumah Taufik di Jalan Wijaya Kebayoran baru.

Kemudian uang Rp1 miliar tersebut diberikan Taufik kepada Imam melalui Miftahul Ulum di rumah Taufik.

Editor : Djibril Muhammad