Imam Nahrawi Bantah Terima Uang Rp300 Juta dari Alfitra Salamm

Riezky Maulana ยท Rabu, 11 Maret 2020 - 19:31 WIB
Imam Nahrawi Bantah Terima Uang Rp300 Juta dari Alfitra Salamm

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (11/3/2020). (Foto: iNews.id/Riezky Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membantah menerima Rp300.000.000 dari permintaan awal Rp500.000.000 melalui asisten pribadinya Miftahul Ulum. Uang tersebut diberikan di salah satu rumah kontrakan di Jombang, Jawa Timur (Jatim).

Sebelumnya, mantan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora) Alfitra Salamm menyebut telah menyerahkan uang tersebut melalui Miftahul Ulum. Imam mengaku tidak pernah bertemu dengan Alfitra dan tidak pernah mengontrak rumah di Jombang.

"Saya katakan di sini, saya enggak pernah bertemu saudara di Jombang dan saya tidak pernah kontrak rumah seperti keterangan di berita acara pemeriksaan (BAP) saudara," ujarnya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Imam menuturkan, dia bertemu dengan para tokoh keagamaan bukan di sebuah rumah kontrakan seperti yang disampaikan Alfitra. Menurut dia, pertemuan tersebut dilangsungkan di salah satu hotel di daerah Jombang.

"Saya bertemu dengan peserta muktamar itu di Hotel Fatma dan setelah itu saya pulang ke rumah. Tidak pernah saya ngontrak di rumah. Jadi yang mulia saya sanggah kesaksian itu," katanya.

Imam juga menyanggah soal adanya permintaan uang Rp5 milliar kepada Alfitra, yang dilakukan Miftahul Ulum. Dia mengatakan, tidak pernah meminta Ulum menagih uang sebesar itu kepada Alfitra selaku Sesmenpora.

Imam berharap agar keberadaan Alfitra di ruang sidang tidak berubah menjadi terdakwa seperti dirinya. "Tidak ada alasan sedikitpun bahwa permintaan uang lima miliar itu. Apalagi itu besar sekali. Saya salam ya pak buat istri. Saya juga doakan agar bapak tetap sebagai saksi dan tidak naik ke tingkat yang lain," katanya.

Imam Nahrawi didakwa menerima uang suap Rp11,5 miliar guna mempercepat persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah KONI. Dalam perkara tersebut, terdapat dua proposal kegiatan KONI yang menjadi sumber suap dari asisten pribadi Nahrawi, Miftahul Ulum.

Uang tersebut diterima Ulum dari Ending Fuad Hamidy selaku sekretaris jenderal (sekjen) KONI, dan Jhonny E Awuy selaku bendahara umum KONI. Imam Nahrawi juga didakwa menerima gratifikasi uang sejumlah Rp8,6 miliar. Uang itu diterima Nahrawi melalui Ulum dan tercatat dalam rentang waktu Tahun 2014 hingga 2019.

Editor : Djibril Muhammad