Terdakwa Korupsi Chromebook Ibam Dukung Yaqut, Bangun AI Lacak Aliran Dana Kasus Kuota Haji
JAKARTA, iNews.id - Terdakwa korupsi pengadaan Chromebook, Ibrahim Arief alias Ibam, memberikan dukungan kepada mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas yang terseret perkara dugaan korupsi kuota haji. Ibam mengaku membangun kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk membantu mengurai perkara yang menjerat Yaqut.
Ibam mengatakan, inisiatif tersebut muncul karena dia menilai terdapat sejumlah kejanggalan dalam kasus yang dihadapi Yaqut. Dia pun mencoba menggunakan teknologi AI yang sebelumnya dibangun untuk menganalisis perkara yang menjerat dirinya.
"Karena saya sudah bangun AI juga untuk perkara saya sendiri, saya mencoba berikhtiar untuk membantu Gus juga, ngebangun AI yang bisa mengurai ya semua perkara dan perkara Gus ini kompleks sekali," kata Ibam di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).
Menurut Ibam, AI yang dikembangkannya dapat membantu menelusuri hubungan antarpihak, mengurai keterangan, hingga melacak aliran dana yang berkaitan dengan perkara kuota haji.
"Alhamdulillah memang bisa dilihat juga misalnya dari AI saya bisa melacak semua aliran dana yang ada dan ternyata ke Gus Yaqut sangat lemah sekali gitu dan bahkan sudah dicabut ya saya dengar dari tim PH," tutur dia.
Ibam menegaskan, upayanya membantu Yaqut didasari kemiripan situasi yang menurutnya mereka alami dalam menghadapi proses hukum. Dia menilai keduanya menghadapi proses peradilan yang dianggapnya sebagai bentuk kriminalisasi.
Dia juga mengingatkan bahwa keadilan harus ditentukan berdasarkan bukti yang terungkap di persidangan, bukan banyaknya tuduhan yang diarahkan kepada seseorang.
"Yang pasti, teman-teman, keadilan itu enggak boleh ditentukan atas banyaknya orang yang menuduh kita. Keadilan itu harus ditentukan apa yang bisa dibuktikan di pengadilan dengan hukum yang adil," tutup dia.
Dalam kesempatan yang sama, Yaqut menyampaikan terima kasih kepada awak media yang telah mengikuti proses persidangannya selama kurang lebih lima minggu.
Dia juga menyambut kehadiran Amsal dan Ibrahim Arief yang disebutnya pernah menghadapi situasi serupa dengan yang dialaminya saat ini.
"Terima kasih kawan-kawan media, terima kasih semuanya sudah mengikuti persidangan selama ini kurang lebih 5 minggu. Dan hari ini alhamdulillah hadir Bang Amsal dan Bang Ibrahim Arif, yang kita tahu, mereka berdua pernah mengalami situasi yang kurang lebih sama dengan apa yang saya alami sekarang di mana harus menghadapi peradilan sebelum kasus diuji," kata Yaqut.
Editor: Rizky Agustian