Tersangka KPK, Imam Nahrawi Pamit dari Kemenpora

Felldy Utama ยท Kamis, 19 September 2019 - 16:31 WIB
Tersangka KPK, Imam Nahrawi Pamit dari Kemenpora

Menpora Imam Nahrawi pamit dari Kemenpora di Jakarta, Kamis (9/19/2019). (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, secara resmi menyatakan pengunduran diri dari kementerian yang dia pimpin. Hari ini, dia pun menyampaikan salam perpisahannya di Kemenpora.

"Bahwa pada hari ini, Kamis 19 September 2019, saya Imam Nahrawi sudah menyampaikan surat pengunduran diri kepada Presiden Jokowi sebagai menteri pemuda dan olahraga periode 2014-2019, dengan harapan saya harus fokus menghadapi dugaan, tuduhan Komisi Pemberantasan Korupsi,” ujar Nahrawi di Wisma Kemenpora, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).

Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada presiden, wakil presiden, partai yang membesarkannya yaitu PKB, serta PBNU. Dia juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Terima kasih sebesar-besarnya untuk Bapak Presiden Jokowi dan Bapak Wakil Presiden Bapak Jusuf Kalla, sekaligus permohonan maaf saya kepada beliau, PKB, PBNU, dan rakyat Indonesia,” ucapnya.

BACA JUGA:

Sebelum Jadi Tersangka, Imam Nahrawi Dicegah ke Luar Negeri Sejak 23 Agustus

Tersangka KPK, Imam Nahrawi Gelar Pertemuan Tertutup dengan Pegawai Kemenpora

“Terakhir, sejak sore hari ini, saya mohon pamit dari Kemenpora, saya sudah menyelesaikan tugas hari ini,” kata Nahrawi.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Imam Nahrawi dan asisten pribadinya, Miftahul Ulum sebagai tersangka tindak pidana korupsi dalam kasus suap dana hibah Kemenpora kepada KONI tahun 2018. Ulum sebelumnya telah ditahan oleh komisi antirasuah itu.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan sebagai tersangka, yaitu IMR (Imam Nahrawi) dan MIU (Miftahul Ulum),” kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata saat menggelar konferensi pers di gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (18/9/2019)

Tersangka dikenakan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Editor : Ahmad Islamy Jamil