Terus Buru Pinjol Ilegal, Polisi Jelaskan Kendalanya

Puteranegara Batubara ยท Sabtu, 16 Oktober 2021 - 13:46:00 WIB
Terus Buru Pinjol Ilegal, Polisi Jelaskan Kendalanya
Polisi mengungkap sejumlah kendala mengungkap pinjol-pinjol ilegal. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menegaskan akan terus memburu pinjaman online (pinjol) ilegal yang meresahkan masyarakat. Namun sejumlah hal membuat beberapa laporan yang diterima polisi sejak 2020 belum terungkap.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dir Tipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Helmy Santika menjelaskan penanganan kasus pinjol ilegal harus dilakukan secara hati-hati. 

Menurut Helmy, sistem kerja perusahaan pinjol ilegal secara digital dan fleksibel membuat penelusuran kepolisian menjadi terkendala. Belum lagi, seringkali pinjol yang sudah teridentifikasi dan didata oleh penyidik untuk diselidiki telah ditutup oleh Satgas Waspada Investasi (SWI).

"Sifatnya ini adalah IT, sifatnya teknologi. Di mana akun-akun tadi sudah ditutup, maka ini perlu waktu untuk bisa kami coba telusuri satu per satu. Sehingga ini berpengaruh pada lambatnya pengungkapan. Tapi ini menjadi tantangan tersendiri bagi kami untuk tetap bekerja," kata Helmy di Jakarta, Sabtu (16/10/2021).

Polri menyatakan telah menerima laporan terkait kejahatan pinjol ilegal sebanyak 371. Data itu akumulasi dari seluruh Polda jajaran dan Bareskrim Polri sepanjang tahun 2020-2021.

Helmy menyebut, dari ratusan laporan tersebut, sebanyak 91 kasus sudah diungkap. Lalu delapan di antaranya telah masuk ke proses persidangan. Sisanya masih tahap penyelidikan. 

"Selebihnya masih dalam pengembangan penyelidikan," ujar Helmy. 

Lebih lanjut, Helmy menyatakan, ada lebih dari 3.000 akun pinjol ilegal yang telah ditutup oleh SWI. Selain itu, dia menyebutkan kendali operasi pinjol ilegal terkadang dapat dilakukan dari jauh. Sehingga, terkadang memerlukan waktu untuk dapat dijangkau oleh penyidik.

Pasalnya, selama proses penyelidikan seringkali juga para pelaku berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain untuk bisa menghilangkan jejak. 

"Sangat mudah bagi para pelaku untuk berpindah-pindah. Bahkan bisa di-remote dari tempat lain," ucap Helmy.

Editor : Rizal Bomantama

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: