TGPF Selesaikan Tugas di Kabupaten Intan Jaya

Riezky Maulana ยท Senin, 12 Oktober 2020 - 12:31:00 WIB
TGPF Selesaikan Tugas di Kabupaten Intan Jaya
Ketua Harian Kompolnas yang juta Ketua Tim Investigasi Lapangan TGPF Intan Jaya Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto. (Foto: dok. Okezone).

JAKARTA, iNews.id - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD telah menyelesaikan tugasnya di Kabupaten Intan Jaya, Papua. Mereka rampung mencari informasi dan fakta terkait serangkaian penembakan yang terjadi setelah lima hari berada di Papua.

Ketum tim Investigasi Lapangan Benny Mamoto menuturkan, proses pengumpulan fakta dan informasi dikerjakan di tengah kondisi yang tidak biasa. Seperti diketahui TGPF sempat dihadang kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Hitadipa hingga salah satu anggota, Bambang Purwoko tertembak.

"Sampai hari ini kami sudah menyelesaikan target secara maksimal, dalam kondisi seperti ini, artinya tidak dalam kondisi normal," katanya dalam keterangan video, Senin (12/10/2020).

Dia menjelaskan proses pencarian informasi tetap menemui target meski menggunakan metode beberapa saksi diminta hadir menemui mereka tanpa TGPF datang lokasi. Menurutnya, anggota TGPF tidak meyambangi secara langsung para saksi dikarenakan alasan keamanan.

Benny menjelaskan jika nantinya data yang telah dikumpulkan dirasa belum cukup ketika proses analisis maka TGPF akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membantu melengkapi. Adapun pihak-pihak tersebut mulai dari Komandan Komando Resor Militer (Danrem) hingga Kapolres.

"Kalau ada kekurangan di sana-sini kami akan berkoordinasi dengan Danrem, Dandim, dan Kapolres untuk kelengkapan data yang mungkin masih kami perlukan," ujarnya.

Setelah ini, Benny mengatakan timnya akan langsung melakukan analisis, evaluasi, serta rekomendasi kepada Mahfud. Hasilnya diharap akan membantu aparat keamanan untuk menemukan cara-cara efektif dalam pengungkapan serangkaian kasus penembakan tersebut.

"Nanti kami menyusun laporan, memberikan analisis, evaluasi, serta rekomendasi. Dari reomendasi itu akan muncul seperti contoh bagaimana penyidikannya, bagaimana penyidikan secara pro justisia, sehingga apa yang kami dapatkan bisa menjadi info tambahan ataupun pertimbangan langkah oleh para penyidik nantinya," tuturnya.

Dia pun meminta kepada masyarakat untuk tetap mengikuti proses ini hingga tuntas dikarenakan proses yang harus dilalui masih panjang. Dia pun berkeyakinan kebenaran dalam kasus teror penembakan ini dapat ditegakkan.

"Marilah kita secara sama-sama mengikuti proses ini karena proses ini masih cukup panjang, dan kami yakin kebeneran akan dapat ditengakkan," ujarnya

Editor : Rizal Bomantama