Timwas DPR Temukan Indikasi Jual Beli Visa pada Pelaksanaan Haji 2024
JAKARTA, iNews.id - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR mengungkapkan sejumlah temuan dalam pelaksanaan Haji 2024. Salah satunya Indikasi jual beli visa haji.
Hal ini diungkapkan Ketua Timwas Haji DPR, Abdul Muhaimin Iskandar dalam jumpa pers terkait evaluasi pelaksanaan Haji 2024 yang digelar di ruang rapat Komisi VIII DPR, Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (1/7/2024).
"Paling menarik adalah ada Indikasi jual beli visa," kata pria yang akrab disapa Cak Imin itu.
Sayangnya, Wakil Ketua DPR itu masih belum mau memerinci temuan tersebut. Dia memastikan indikasi ini akan dibongkar dalam Pansus Angket yang sebelumnya telah disepakati untuk diajukan ke sidang paripurna terdekat.
PPIH Bertemu Wamen Saudi Bahas Perpanjangan Kontrak Layanan Haji Jadi 3 Tahun
"Indikasi ini tidak bisa kita buka sekarang, tetapi mungkin akan lebih detail di Pansus (terkait) indikasi jual beli visa yang mengakibatkan harga visa melambung tinggi, luar biasa mahalnya," ujarnya.
Sebelumnya, Timwas Haji DPR menggelar rapat evaluasi penyelenggaraan ibadah Haji 2024, Senin (1/7/2024). Rapat dipimpin Ketua Tim Pengawas Haji DPR, Muhaimin Iskandar.
Update Haji 2024: 58.894 Jemaah Sudah Pulang, 324 Wafat
Rapat evaluasi mulanya digelar secara terbuka. Namun, anggota Komisi VIII DPR Fraksi Partai Golkar, John Kenedy Azis meminta rapat digelar tertutup.
"Saya minta supaya kita lebih leluasa untuk berbicara, saya minta supaya rapat ini tertutup," kata dia.
Cerita Jemaah Haji Jatuh Sakit hingga Dirawat di RS: Petugas Sigap Membantu
John menjelaskan, rapat evaluasi ini diharap dapat menjadi jembatan agar ke depan pelaksanaan haji dapat lebih maksimal.
"Rapat hari ini adalah rapat yang kita tunggu-tunggu untuk evaluasi haji dan mudah-mudahan melalui rapat ini kita akan menemukan suatu langkah suatu rencana untuk haji ke depan, supaya lebih baik lebih nyaman dan lebih manusiawi," ujarnya.
Reaksi Kocak Atta Halilintar Gregetan Dengar Thariq Halilintar Klaim sebagai Haji Senior
Usai mendengar pandangan tersebut, Cak Imin meminta izin kepada anggota DPR yang hadir di ruang rapat tersebut untuk menerima usulan itu.
"Kita setujui secara tertutup ya?" tanya Cak Imin.
"Setuju!" jawab anggota dewan yang hadir.
Editor: Rizky Agustian