TKN Ajukan 19 Alat Bukti ke MK, Mulai dari Dokumen Surat hingga Kepingan CD

Felldy Utama ยท Kamis, 13 Juni 2019 - 18:13 WIB
TKN Ajukan 19 Alat Bukti ke MK, Mulai dari Dokumen Surat hingga Kepingan CD

Ketua Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza Mahendra. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id – Tim Kuasa Hukum Jokowi–Ma’ruf menyerahkan berkas keterangan jawaban dan juga alat bukti terkait dengan gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), hari ini. Kubu paslon 01 diketahui menjadi pihak terkait dalam gugatan sengketa pemilu yang mulai disidang perdana, Jumat (13/6/2019) besok.

Ketua Tim Hukum Jokowi–Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, jumlah alat bukti yang diajukan hari ini diakui memang tidak sebanyak yang diserahkan oleh pihak termohon, dalam hal ini Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebagai pihak terkait, Tim Hukum Jokowi–Ma’ruf menurut dia hanya mendukung apa yang disampaikan KPU saja.

“Hanya ada 19 bukti. Terdiri dari bukti surat, ada CD (compact disc), ada rekaman, dan lain-lain, sudah diserahkan kepada MK,” kata Yusril seusai menyerahkan alat bukti kepada Kepaniteraan MK, di Gedung MK, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) itu juga menyampaikan bahwa alat bukti dan argumen yang diserahkan ke MK merupakan jawaban atas berkas permohonan yang sudah dilayangkan pihak pemohon pada 24 Mei 2019 yang lalu.

BACA JUGA: MK Berharap Capres dan Cawapres Hadir Sidang Pendahuluan Besok

Yusril melihat perbaikan permohonan yang disampaikan BPN Prabowo-Sandi pada Senin (10/6/2019) lalu seperti sebuah permohonan baru. Oleh karena itu, dia akan menunggu keputusan hakim MK berkas mana yang akan diperiksa nanti.

“Kami dengan keras akan menolak adanya perubahan (permohonan) itu, sesuai dengan ketentuan-ketentuan UU dan hukum acara MK bahwa dalam hal sengketa pilpres ini, permohonan itu tidak boleh dilakukan perubahan sama sekali,” ujarnya.

Kendati demikian, Yusril mengaku telah menyiapkan sejumlah berkas jawaban dan argumentasi atas perbaikan permohonan yang baru dilayangkan itu. Hanya saja, berkas tersebut belum diserahkan kepada MK hari ini. “Kami tentu tidak tinggal diam, kami juga mempersiapkan mengkaji menelaah perubahan-perubahan yang dilakukan. Tapi belum kami belum serahkan hari ini,” kata dia.


Editor : Ahmad Islamy Jamil