Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ribuan Pelari dan Pameran Alutsista Semarakkan HUT ke-65 Kostrad di Monas
Advertisement . Scroll to see content

TNI AD Berhasil Gagalkan Penyelundupan 1,7 Ton Daging asal Malaysia

Jumat, 17 Juni 2022 - 06:27:00 WIB
TNI AD Berhasil Gagalkan Penyelundupan 1,7 Ton Daging asal Malaysia
TNI AD Berhasil Gagalkan Penyelundupan 1,7 Ton Daging asal Malaysia (dok. TNI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Prajurit TNI AD Satgas Pamtas Batalyon Armed 18/Komposit Buritkang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan daging ilegal seberat 1,7 ton di Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Diketahui daging tersebut berasal dari Malaysia

Dansatgas Letkol Arm Yudhi Ari Irawan menyebut, daging ilegal itu berhasil diamankan dari dalam dua kapal kayu yang bersandar di Dermaga Apas. Pelaku berupaya menyembunyikan daging itu dengan sejumlah barang-barang ilegal lainnya. 

"Daging ilegal asal Tawau itu dimuat di atas kapal KM Imase-mase dan KM Bulungan Putra,” ujar Yudhi, Kamis (16/6/2022).

Dia menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari adanya informasi terjadinya peningkatan peredaran daging ilegal asal Malaysia di wilayah Sebuku malalui jalur laut atau sungai. Lantas, Yudhi memerintahkan para prajurit untuk melakukan pengintaian.
 
"Setelah pengintaian dan patroli di Dermaga jalur tikus yang sering digunakan transaksi barang-barang ilegal, didapati dua kapal kayu yang berlabuh di Dermaga Apas membawa sebanyak 1,7 ton daging beku dari Tawau, Malaysia tanpa dokumen resmi," katanya. 

Adapun jenis daging beku ilegal tersebut, kata Dansatgas, antara lain daging Allana, nugget Yota’s, sosis ayam, nugget Balley Fresh, beef burger daging lembu, daging Taylor Preston produk New Zealand, dan sosis ayam Chicken Prank Top Q.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut