TNI Siapkan 2 Pesawat Hercules Jemput Mahasiswa Papua untuk Kembali Belajar

Wildan Catra Mulia, Shinta Syakilla Hidayat, Febrines Stefanif ยท Selasa, 10 September 2019 - 03:00 WIB
TNI Siapkan 2 Pesawat Hercules Jemput Mahasiswa Papua untuk Kembali Belajar

Menko Polhukam Wiranto (tengah) memimpin rapat koordinasi tentang Papua di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (9/9/2019). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja).

JAKARTA, iNews.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto memastikan pemerintah telah berdialog dengan orangtua mahasiswa Papua yang sempat menarik anaknya pulang ke kampung halaman. Para mahasiswa itu eksodus dari asrama di beberapa kota setelah mencuat kasus rasialisme.

Menurut Wiranto, setidaknya 835 pelajar atau mahasiswa Papua dan Papua Barat yang dilaporkan telah pulang kampung saat ketegangan terjadi. Para orangtua mahasiswa itu memang khawatir anaknya menjadi korban ancaman diskriminasi sebagaimana mencuat di Surabaya.

Wiranto menegaskan, atas prakarsa Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, TNI telah menyiapkan pesawat dua pesawat Hercules C130 untuk mengangkut mahasiswa Papua dari rumah mereka untuk kembali ke kota tempat mereka menempuh pendidikan.

"Panglima TNI sudah menjanjikan agar tidak ada kesulitan transportasi, Beliau telah menyediakan dua Hercules C130 untuk mengangkut adik-adik kita, anak-anak kita, kembali ke studi," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (9/9/2019).

BACA JUGA: 2 Aktor Intelektual Kerusuhan Papua Kembali Ditangkap, Ini Perannya

Wiranto menjamin para pelajar atau mahasiswa itu tidak akan menerima tekanan atau intimidasi saat menempuh pendidikan di luar Papua. Dia pun berharap kembalinya para pelajar atau mahasiswa ini dapat meningkatkan persatuan bangsa.

"Sehingga perasaan bersatunya kita sebagai bangsa Indonesia itu utuh. Tapi ada yang mencoba memecah belah lagi dan kita bersyukur yang eksodus ini sudah berhenti," kata dia.

Sebelumnya pada 23 Agustus 2019 Majelis Rakyat Papua (MRP) mengeluarkan maklumat agar para mahasiswa Papua yang berada di luar Papua kembali ke kampung halaman mereka pascaterjadi insiden Surabaya. Maklumat ini yang menjadikan ratusan pelajar dan mahasiswa Papua pulang.

Dalam konferensi pers itu Wiranto juga menegaskan bahwa kondisi terkini di Papua dan Papua Barat berangsur normal, ditandai dengan kembali beraktivitasnya masyarakat baik secara ekonomi maupun sosial. Pemerintah pun mulai mengalihkan perhatian pada pembangunan infrastruktur yang rusak.

Pemerintah, kata dia, sudah menyiapkan Rp100 miliar untuk merenovasi gedung-gedung maupun fasilitas umum yang rusak massa saat unjuk rasa berujung kerusuhan di wilayah Papua maupun Papua Barat.


Editor : Zen Teguh