Tokoh Lintas Agama Akan Hadiri Reuni 212 Besok

Aditya Pratama ยท Sabtu, 01 Desember 2018 - 18:59:00 WIB
Tokoh Lintas Agama Akan Hadiri Reuni 212 Besok
Tokoh lintas agama dipastikan menghadiri acara reuni 212 di Monas, Minggu (2/12/2018).

JAKARTA, iNews.id - Selain akan diramaikan Persaudaraan Alumni (PA) 212, acara Reuni 212 yang jatuh pada Minggu (2/12/2018) di Monas, Jakarta Pusat, juga turut dihadiri tokoh lintas agama.

Beberapa tokoh lintas agama yang akan hadir antara lain agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, dan Hindu Sikh. Nantinya para tokoh lintas agama langsung dipimpin Ketua GNPF Ulama Ustaz Yusuf Martak dan Ketua PA 212 Slamet Ma'arif.

Saat konferensi pers, Ketua GNPF Ulama Yusuf Martak menyampaikan, pertemuan antartokoh lintas agama tidak direncanakan sebelumnya. Yakni, baru tadi malam dirinya bersama panitia Reuni 212 bertemu dengan tokoh lintas agama untuk hadir di reuni nanti.

"Padahal ini komunikasinya baru kemaren, jadi tidak ada skenario," ucap Yusuf di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2018).

Pada pertemuan tersebut, Yusuf menjelaskan kepada para tokoh lintas agama pada acara Reuni 212 nanti akan terbuka untuk umum dan tidak diperuntukkan untuk satu agama saja.

"Intinya bisa hadir menyaksikan suatu event yang begitu besar, aman, tentram, bersih, dan bisa ditiru oleh yang lain," tegas Yusuf.

Namun dirinya tidak memaksa jika dari tokoh lintas agama tidak hadir. Dia juga menegaskan jika ada yang ingin mengetahui tentang acara Reuni 212 dipersilakan hadir dan akan disambut dengan tangan terbuka.

"Kami akan mempersilakan dan akan menyambut dengan segala hormat bahwa tamu-tamu ini adalah saudara-saudara kami sebangsa dan setanah air patut dan layak kami hormati seperti tamu yang lain," tutur Yusuf.

Pada kesempatan yang sama, salah satu perwakilan tokoh lintas agama, Pendeta Butje Siwu menyambut baik rencana Reuni 212 dari tokoh lintas agama untuk diperbolehkan hadir pada acara besok.

"Tetapi dengan acara reuni 212 untuk besok, ini menjawab sudah bahwa ternyata kehadiran umat kristen dan agama yang lain yang sudah ada tadi ternyata memberikan jawaban ternyata kita masih satu bangsa satu tanah air dan kita semua cinta Indonesia yang damai," tandas Butje.

Editor : Djibril Muhammad