Tonton Film Tjoet Nja' Dhien, Menko PMK : Bioskop Kita Aman dari Covid
Muhadjir juga mengajak dua putranya yang masih remaja, Muktam Roya Azidan dan Harbantyo Ken Najjar. Dia mengatakan, film-film yang mengangkat kisah perjuangan seperti film Tjoet Nja' Dhien akan menjadi film yang abadi dan memiliki makna semangat perjuangan yang bisa ditanamkan pada generasi penerus bangsa.
"Ini saya kira bakal jadi film abadi yang setiap saat bisa diputar untuk peringatan momen tertentu event tertentu karena berlatar belakang sejarah. Dan itu saya lihat ada pesan-pesan tentang pentingnya regenerasi, kesinambungan dari semangat perjuangan bangsa ini. Kan film ini adalah sejarah yang dipanggungkan," tuturnya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengimbau agar pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam perfilman nasional, baik dari kalangan pemerintah pusat, ataupun pegiat film, untuk bisa melakukan restorasi secara besar-besaran pada karya-karya film nasional yang memiliki makna sejarah.
"Saya kira ada baiknya dari pihak yang bertanggung jawab untuk segera melakukan penelitian, membuka dokumen film kita sebelum ini rusak, sebelum habis dimakan waktu sebaiknya dilakukan restorasi besar-besaran," imbaunya.
Saat Muhadjir menonton film tersebut turut hadir pemeran Teuku Umar dalam film Tjoet Nja' Dhien, aktor kawakan Slamet Rahardjo Djarot. Dia menceritakan bahwa film garapan adik kandungnya itu memiliki makna perjuangan bangsa Indonesia yang harus terus dinyalakan.
"Jadi konten dari film ini adalah perjuangan itu tidak boleh tanggung-tanggung. Mengambil dari slogan orang Aceh. Daripada miring lebih baik tumpah semua. Itu adalah pesan dari film ini," katanya.
Editor: Faieq Hidayat