Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 10.000 Pelari Ikut Soekarno Run di GBK, Ada Pramono Anung hingga Hasto Kristiyanto
Advertisement . Scroll to see content

TPN Ganjar-Mahfud Tegaskan Tak Akan Berkompromi Selama Kontestasi Pilpres 2024

Rabu, 07 Februari 2024 - 21:52:00 WIB
TPN Ganjar-Mahfud Tegaskan Tak Akan Berkompromi Selama Kontestasi Pilpres 2024
Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto (Foto: Ist)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menyatakan selama tahapan kontestasi Pilpres 2024 berlangsung tidak akan berkompromi.  Sekretaris TPN Ganjar-Mahfud, Hasto Kristiyanto berpandangan rakyat harus diberi kebebasan terlebih dahulu untuk memilih pemimpinnya.

"Artinya kita berbagi boleh, tetapi dengan cara-cara yang demokratis. Bukan kemudian dipaksakan satu putaran kemudian baru berbagi, nggak mau kita," kata Hasto dalam sebuah acara yang digelar di perpustakaan Habibie & Ainun, Jakarta, Rabu (7/2/2024).

Sekjen DPP PDI-Perjuangan itu pun mengutip pernyataan suami Megawati Soekarnoputri yang juga mantan ketua MPR, Taufik Kiemas saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2012. Saat itu, PDIP mengusung pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

"Saya ingat pesan almarhum Pak Taufik ketika pilkada 'Hasto kalau mau menang jangan 5-0, kita ini Indonesia negara plural, 3-2, kasih yang lain'. Itu kan satu hal yang sangat bijak dari beliau," ujarnya.

"Nah karena itulah dengan melihat bahwa distorsi itu melihat hal-hal fundamental, di atas hukum itu ada etika. Maka sebentar dulu kalau mau bicara kompromi," tuturnya.

Menurut dia, Pemilu harus menjadi tempat di mana rakyat menjadi pemegang kedaulatan tertinggi. Mereka bebas untuk menentukan calon pemimpinnya, tanpa adanya intervensi dan tekanan.

Hasto menegaskan, menang kalah dalam pemilu merupakan hal yang lumrah dalam perpolitikan Indonesia. Jangan sampai karena hal-hal yang bersifat pragmatis, banyak pihak mengorbankan demokrasi, etika, dan moral.

Ia pun mencontohkan saat PDIP kalah dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2017. Menurutnya, kekalahan tersebut merupakan pelajaran penting bagi pihaknya untuk memperbaiki diri untuk kontestasi berikutnya.

"Sehingga ini yang harus kita perhatikan dengan baik bahwa pemilu ini urusan rakyat, urusan bagaimana ide gagasan terbaik dan biar rakyat yang menilai dengan bebas," katanya.

Editor: Muhammad Fida Ul Haq

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut