Tradisi Buka Bersama Diakui UNESCO, Muhammadiyah: Bukti Islam Menginspirasi Kebudayaan Dunia
Kemudian, Mu'ti menuturkan, sumber hadist lain tentang keutamaan memberi makan orang yang berpuasa.
“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga,” ucapnya menambahkan Hadist Riwayat Tirmidzi.
Dalam ajaran itu, kemudian berkembang hingga saat ini praktik sosial berupa buka puasa bersama yang dilakukan masyarakat secara luas.
Dalam konteks Indonesia, Mu’ti menilai bahwa tradisi bukber di Indonesia kini bahkan melampaui batas komunitas keagamaan. Buka bersama di Indonesia sering kali diikuti oleh berbagai kalangan, bahkan pemeluk agama lain, sehingga hal ini menjadi ruang kebersamaan dan silaturahmi di tengah keberagaman masyarakat.
“Buka bersama di Indonesia tidak hanya milik umat Islam. Bahkan pemeluk agama lain juga turut memeriahkan dan menyelenggarakannya sebagai arena social gathering, arena untuk berbagi suka dan kebahagiaan,” katanya.
Karena itu, Mu’ti menyebut tradisi ini sebagai contoh nyata “vernakularisasi Islam” yakni ketika ajaran agama diamalkan dalam kehidupan nyata masyarakat dengan ekspresi budaya yang khas dan kontekstual.
“Inilah contoh ketika agama dimaknai dengan pendekatan kultural. Maka ia bisa menjadi tradisi yang diterima semua kalangan, tradisi yang ternyata telah memperkaya khazanah kebudayaan Indonesia,” ujarnya.
Editor: Aditya Pratama