Trimedya Panjaitan Minta Pemusnahan Sabu 821 Kg Jaringan Internasional Tanpa Sisa

Felldy Utama ยท Minggu, 24 Mei 2020 - 23:19 WIB
Trimedya Panjaitan Minta Pemusnahan Sabu 821 Kg Jaringan Internasional Tanpa Sisa

Tangkapan layar Kepala Badan Reskrim (Kabareskrim) Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat pengungkapkan kasus sabu 821 jaringan internasional di Serang, Banten, Sabtu, 23 Mei 2020.

JAKARTA, iNews.id - Anggota Komisi III DPR Trimedya Panjaitan mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri bersama Polda Banten yang berhasil membongkar sindikat narkoba jaringan internasional dengan mengamankan 821 kg narkotika jenis sabu-sabu. Komisi III DPR sebagai mitra kerja Polri mendukung penuh langkah Polri memberantas narkoba.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mengingatkan agar penegakan hukum terhadap pelaku dilaksanakan dengan tegas. Dia juga meminta Polri agar dalam pemusnahan barang bukti itu tidak ada yang tersisa.

"Kita harus kawal penegakan hukumnya, barang bukti jangan sampai ada yang tidak dimusnahkan karena kalau klaimnya Polri nilainya Rp4,5 triliun tidak main-main," ujar Trimedya dalam keterangan di Jakarta, Minggu (24/5/2020).

Mantan ketua Komisi III DPR ini bisa mengungkap lebih jauh kasus tersebut, tidak berhenti pada penangkapan dua tersangka saja karena kasus narkotika dari jaringan Timur Tengah tergolong jarang. Trimedya meminta Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan penghargaan kepada anggota Polri yang berhasil mengungkap jaringan narkoba internasional itu, untuk memotivasi anggota Polri yang berprestasi tersebut.

"Patut kita acungi jempol tim yang bertugas itu, dan Kapolri perlu mempertimbangkan memberikan penghargaan kepada mereka. Tentu tidak sedikit waktu tenaga, bahkan mungkin juga biaya yang dikeluarkan untuk mengungkap kasus tersebut," tuturnya.

Menurut Trimedya, godaan kepada personel Polri juga pasti sangat berat, karena bukan tidak mungkin ada upaya "berdamai" yang dilakukan pelaku terhadap personel kepolisian.

"Secara matematis hukum ekonomi, untuk menyelamatkan benda barang yang segitu mahalnya bukan menutup kemungkinan para pelaku berupaya melakukan pendekatan terhadap aparat penegak hukum, dalam hal ini polisi," katanya.

Sebelumnya, Satgasus Bareskrim Mabes Polri menyita barang bukti sabu-sabu seberat 821 kilogram di Jalan Takari, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Banten, Sabtu, 23 Mei 2020. Pengungkapan sabu-sabu itu dilakukan Satgasus Polri, setelah menangkap 2 tersangka warga negara asing, yakni BA asal Pakistan dan AS asal Yaman.

"Walaupun dalam situasi Covid-19 yang membuat kita menjadi sulit di dalam melakukan kegiatan, namun seluruh anggota bekerja maksimal sehingga bisa melakukan pengungkapan 821 kg sabu-sabu," kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo di Serang, Banten, Sabtu, 23 Mei 2020.

Editor : Djibril Muhammad