Ubah Pasal Dakwaan, Kejagung Sebut Tak Temukan Bukti Andi Irfan Jaya Suap Djoko Tjandra

Irfan Ma'ruf ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 10:54 WIB
Ubah Pasal Dakwaan, Kejagung Sebut Tak Temukan Bukti Andi Irfan Jaya Suap Djoko Tjandra

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah. (Foto: iNews.id/Febrie Ardiansyah)

JAKARTA, iNews.id - Jaksa Agung Muda bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) mencabut Pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001. Pasal tersebut rencananya masuk dalam dakwaan tersangka Andi Irfan Jaya.

Direktur Penyidikan (Dirdik) Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah mengatakan, tim penyidik tak menemukan alat bukti terkait dugaan penyuapan dan gratifikasi dari mantan politikus Nasdem tersebut kepada hakim. Dugaan suap terkait upaya penerbitan fatwa bebas dari Mahkamah Agung (MA) untuk Djoko Tjandra.

Dalam Pasal 6 ayat 1 huruf a tertulis, memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk memengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili. "Tidak ada (upaya memberi)," katanya di Gedung Kejagung, Jakarta, Kamis (15/10/2020).

Jaksa, menurut Febrie, masih menerapkan sangkaan Pasal 15 UU Tipikor kepada Andir Irfan. Dalam pasal ini menyebutkan setiap orang yang melakukan percobaan, pembantuan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana korupsi, dipidana dengan pidana yang sama sebagaimana dimaksud Pasal 2, Pasal 3, Pasal 5 sampai dengan Pasal 14.

"Pasal sangkaan bagi tersangka yakni pemufakatan," ucapnya.

Penyidik menetapkan Andi Irfan sebagai tersangka dalam rangkaian kasus suap dan gratifikasi yang diterima Jaksa Pinangki Sirna Malasari dari Djoko Tjandra. Irfan, diduga menjadi perantara penerima suap yang diterima Pinangki senilai 500.000 dolar Amerika Serikat (AS) atau sekitar Rp7,5 miliar.

Uang tersebut merupakan bayaran yang akan diterima Jaksa Pinangki untuk mengurus fatwa bebas MA untuk terpidana kasus hak tagih atau cessie Bank Bali itu. Andi Irfan lalu disangka dengan Pasal 5 ayat 2 juncto ayat 1 huruf b atau Pasal 6 ayat 1 huruf a juncto Pasal 15 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Dalam waktu dekat, penyidik Jampidsus Kejagung akan melakukan pelimpahan tahap dua berupa Andi Irfan dan barang bukti ke penuntut umum untuk segera diserahkan ke Pengadilan.

Editor : Djibril Muhammad