Vaksin MR Mengandung Babi, Kemenkes Tetap Gunakan untuk Imunisasi

Felldy Utama ยท Rabu, 22 Agustus 2018 - 12:33:00 WIB
Vaksin MR Mengandung Babi, Kemenkes Tetap Gunakan untuk Imunisasi
Petugas kesehatan melakukan imunisasi campak dan rubella di salah satu sekolah Jakarta beberapa waktu lalu. (Foto: ilustrasi/dok).

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan terus menggunakan vaksin Measles Rubella (MR) dalam pelaksanaan program nasional imunisasi anak-anak Indonesia. Vaksin MR telah mendapat izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menanggapi kabar keluarnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang larangan penggunaan vaksin MR karena mengandung babi, Kepala Biro Humas Kementerian Kesehatan, Widyawati Rokom menyampaikan, penggunaan vaksi MR karena mengacu prosedur. Untuk itu, penggunaanya pada program nasional imunisasi tidak akan berubah.

"Sesuai peraturan, vaksin MR sudah mendapat izin edar dari BPOM," kata Widyawati, saat dihubungi iNews.id, Rabu, (22/8/2018). Selain itu, Kemenkes juga menekankan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa yang membolehkan penggunaannya.

"Prinsipnya, Kemenkes berjalan dengan prosedur yang ada saat ini. Sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan MUI tentang MR," ujarnya.

MUI mengeluarkan Fatwa Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR Produk dari Serum Institute of India (SII) untuk Imunisasi yang diterbitkan di Jakarta, Senin (20/8/2018).

MUI menetapkan, hukum vaksin MR produk dari SII haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi. Kendati demikian, penggunaannya pada saat ini dibolehkan.

“Penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII), pada saat ini dibolehkan (mubah) karena ada kondisi keterpaksaan (dharurat syar'iyyah), belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci, ada keterangan dari ahli yang kompeten dan dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal,” demikian bunyi ketentuan hukum dalam fatwa MUI itu.

Terkait polemik ini, Komisi IX DPR berencana memanggil Kemenkes pada awal September. Anggota Komisi IX DPR Irgan Chairul Mahfiz meminta pemerintah harus tetap mencari produk-produk vaksin halal untuk menggantikan vaksin MR yang sudah 10 tahun ini digunakan oleh masyarakat.

"Maka kita minta kepada pemerintah agar segera mencari produk-produk yang bisa membuat umat Islam itu nyaman memakai vaksin MR," kata dia.

Editor : Zen Teguh