Video Call dengan Jokowi, Perawat Cerita Beratnya Tantangan selama Pandemi Covid-19

Fahreza Rizky ยท Minggu, 27 September 2020 - 16:28 WIB
Video Call dengan Jokowi, Perawat Cerita Beratnya Tantangan selama Pandemi Covid-19

Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali berbincang dengan tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 melalui video call. Dalam kesempatan itu Kepala Negara mendengarkan keluh kesah mereka.

Salah satunya Saifira Kristiningrum, seorang perawat di RSAL Dr Ramelan, Surabaya yang berkesempatan berbincang dengan Presiden Jokowi.

"Ini di rumah sakit mana ya? Mbak Fira ya?" tanya Jokowi di awal perbincangan melalui sambungan video sebagaimana dikutip dari Biro Pers Sekretariat Presiden, Minggu (27/9/2020).

"Rumah Sakit Angkatan Laut Dr. Ramelan, Pak," jawab Suster Fira.

Suster Fira bercerita dirinya telah bertugas menangani pasien yang terpapar Covid-19 selama lima bulan, atau sejak bulan Mei lalu. Selama rentang waktu tersebut, dia bisa dikatakan jarang bertemu dengan keluarganya.

"Kapan terakhir bertemu dengan keluarga? Apakah diizinkan pulang atau harus berjaga terus di rumah sakit?" tanya Jokowi yang tampak berada di Istana Bogor.

"Diizinkan pulang Pak, setelah satu bulan kita cek swab, kalau negatif kita pulang," kata Suster Fira.

Di rumah sakit tempatnya bertugas, Suster Fira sehari-hari ditempatkan di ruangan Intensive Care Unit (ICU) yang memiliki 16 tempat tidur dan dilengkapi dengan 11 ventilator. Menurut penuturannya, dalam dua minggu terakhir ini pasien yang masuk ke ICU menurun.

"Oh pasiennya menurun? Ya syukur. Untuk soal fasilitas ketersediaan alat medis dan tenaga medisnya cukup ya berarti?" kata Jokowi melanjutkan perbincangan.

"Iya cukup, puji Tuhan cukup Pak, apalagi mulai bulan ini ada bantuan relawan di ICU," kata Suster Fira.

Selama menangani pasien yang terpapar Covid-19, Suster Fira mengaku para pasien sering merasa ketakutan. Menurutnya, jika pasien tersebut sesak napas tetapi dalam kondisi sadar, pasti mengeluh takut.

Suster Fira pun menitipkan pesan bagi seluruh masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, dengan disiplin.

"Tetap untuk protokol kesehatan tetap tolong dipatuhi karena kalau saya perjalanan pulang itu masih lihat kerumunan massa yang masih tidak memakai masker, masih suka berkerumun Pak," kata Suster Fira.

"Terus untuk Bapak, terima kasih perhatian Bapak, puji Tuhan kemarin sudah kita terima Pak, dari Bapak. Terima kasih, dengan itu saya aplikasikan juga untuk saya melanjutkan sekolah lagi Bapak," katanya lagi.

Di akhir percakapan, Jokowi pun menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas kerja keras dan dedikasi Suster Fira beserta seluruh perawat, dokter, dan tenaga medis lainnya dalam menangani dan merawat pasien yang terdampak Covid-19.

"Saya menyampaikan penghargaan, apresiasi yang tinggi kepada seluruh perawat, tenaga kesehatan, dokter semuanya karena memang bekerja menangani Covid ini tidak ringan," ucap Jokowi.

Jokowi bercerita beratnya memakai alat pelindung diri (APD) yang harus tetap dipakai selama delapan jam. Dia berdoa agar pandemi cepat selesai.

" Memakai APD sampai 8 jam itu sesuatu juga yang sangat berat sekali. Oleh sebab itu, sekali lagi saya sangat menghargai, sangat mengapresiasi apa yang oleh Mbak Fira lakukan beserta seluruh rekan-rekan perawat, tenaga kesehatan, dokter, semuanya dalam berjuang terus melawan Covid ini. Semoga semuanya segera cepat selesai," kata Jokowi.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq