Viral Kapal Pesiar Haji Isam Berlogo Kementerian Pertahanan, Ini Penjelasan Kemhan
J7 Explorer diketahui dibangun di Batam dan selesai pada 2022. Kapal berbobot 8.076 GT tersebut memiliki 25 kabin dengan kapasitas sekitar 50 tamu. Kapal juga dilengkapi fasilitas helipad serta akomodasi bagi kru dalam jumlah besar.
Alih-alih digunakan untuk berlayar sebagai kapal pesiar mewah, J7 Explorer kini dimanfaatkan Haji Isam sebagai 'kapal induk' atau pangkalan bergerak (floating base camp) untuk mendukung proyek pencetakan sawah skala besar di Wanam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.
Kondisi geografis Papua Selatan yang relatif terisolasi dan minim infrastruktur darat membuat J7 Explorer dilibatkan dalam mendukung kegiatan proyek. Kapal tersebut difungsikan sebagai pusat koordinasi, tempat tinggal sementara bagi tenaga ahli, sekaligus titik tumpu rantai logistik di tengah sulitnya akses menuju lokasi proyek.
Keterlibatan J7 Explorer merupakan bagian dari pengerahan sumber daya besar-besaran Haji Isam dalam mendukung agenda prioritas ketahanan pangan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Untuk mengejar target pencetakan sawah di Merauke, ribuan alat berat serta tenaga profesional dari dalam dan luar negeri dikerahkan langsung ke lokasi proyek.
"Sekitar 2.000 ekskavator didatangkan dari China. Selain itu, tenaga ahli dari China, Jepang, dan Eropa juga dilibatkan untuk mendukung pekerjaan di lapangan," ujar Haji Isam dalam keterangan terpisah.
Haji Isam menegaskan keterlibatan dalam proyek tersebut tak mempertimbangkan untung dan rugi bisnis tapi untuk menjalankan amanah negara.
Editor: Reza Fajri