Viral Video Tinjau Banjir Naik Rakit dan Diarak, Ini Kata Dirut KAI

Antara ยท Jumat, 03 Januari 2020 - 18:54 WIB
Viral Video Tinjau Banjir Naik Rakit dan Diarak, Ini Kata Dirut KAI

Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro. (Foto: Antara).

JAKARTA, iNews.id - Video pendek yang memperlihatkan Direktur Utama PT KAI (Persero) Edi Sukmoro meninjau banjir dengan menaiki rakit viral di media sosial. Edi pun panen kritik hingga jadi bahan guyonan warganet akibat video itu.

Dalam video yang beredar tersebut, tampak Edi mengecek banjir dengan diarak menggunakan rakit yag terbuat dari ban karet dalam dan papan. Rakit itu tampak dibuat dadakan.

Edi yang mengenakan seragam duduk di kursi di atas rakit itu. Sementara sejumlah petugas mengawal. Sebagian lagi kebagian tugas menarik rakit itu. Persoalannya, banjir hanya dangkal. Orang-orang yang mengawal juga hanya berjalan kaki. Ketinggian air sekitar setengah betis.

Video ini pun sempat menjadi trending topic di Twitter. Tagar #DirutKAI riuh dibicarakan di platform media sosial itu sejak pagi. Kebanyakan warganet (netizen) mengolok-olok video tersebut.

”Ini manten sunat, evakuasi korban banjir ato iring2an Dirut KAI...?,” cuit akun Mini2014, Jumat (3/1/2020). ”Lihat video aslinya sumpah jadi kesel, terus scroll komentar nemu ini video. Mendadak ngakak guling-guling,” ujar adipurnawan333.

Lantas bagaimana respons Edi?

Dia mengaku tidak terlalu memikirkan. Baginya, terpenting memastikan layanan kereta api tetap berjalan, meski banjir merendam Jakarta.

“Saya tidak punya pikiran macam-macam, yang penting kita menormalkan kembali supaya angkutan kereta api masih bisa diandalkan,” kata Edi saat mengunjungi korban banjir di sejumlah relasi Duri-Tangerang, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Edi menuturkan, saat meninjau banjir itu dirinya ini melihat kondisi rel dan lintasan kereta api yang terendam banjir. Apalagi, yang tergenang bukan hanya pada satu titik. Dibutuhkan tindakan cepat.

”Kalau enggak, mungkin kereta yang diparkir di situ malah bukan tidak bisa dioperasikan lagi, malah rusak,” ujar Edi.

Dia menyebutkan di Daerah Operasi 2 juga adanya gangguan kereta api karena pohon tumbang dan limpasan air. Selain itu ada longsor di Stasiun Cigombong. Terkait itu, KAI mendirikan posko siaga. Petugas juga bersiaga hingga malam hari serta melakukan evaluasi setiap harinya.

Mengenai kerugian yang diderita perseroan, dia belum dapat menyebutkan.

“Kalau hitungan pasti gampang, tetapi pasti sekarang tidak memikirkan hitungan dulu, bagaimana caranya melakukan evakuasi orang-orang terdampak. Kemudian memperbaiki jalur yang pada saat ini perlu diperiksa dulu kalau terjadi sesuatu, perbaikan dilakukan dulu,” katanya.

Editor : Zen Teguh