Wadah Pegawai KPK Laporkan Polemik Pengembalian Penyidik ke Dewas

Riezky Maulana ยท Jumat, 07 Februari 2020 - 18:43 WIB
Wadah Pegawai KPK Laporkan Polemik Pengembalian Penyidik ke Dewas

Ketua WP KPK, Yudi Purnomo Harahap. (Foto: iNews.id/Rizki Maulana)

JAKARTA, iNews.id - Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (WP KPK) melaporkan polemik pengembalian dua penyidik antara KPK dan Polri kepada Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Mereka menduga ada pelanggaran prosedur dan etik yang dilakukan terkait pengembalian penyidik ke Mabes Polri.

Ketua WP KPK, Yudi Purnomo Harahap mengatakan telah mengumpulkan bukti-bukti terkait hal tersebut dan melaporkannya ke Dewas KPK pada 4 Februari 2020 lalu. Dia menilai polemik itu harus dituntaskan untuk menjaga citra KPK sebagai lembaga independen.

WP KPK menuntut polemik tersebut dihentikan sementara untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Laporan tersebut dilayangkan agar jangan sampai ada penyidik yang dikembalikan karena jasa-jasanya.

"Kami tidak ingin ada penyidik yang dikembalikan karena jasa-jasanya. Kami melaporkan hal tersebut kepada Dewas supaya diambil suatu tindakan, minimal pengembalian itu dihentikan," kata Yudi di Gedung KPK, Jakarta Pusat, Jumat (7/2/2020).

Penyidik KPK yang dikembalikan ke Mabes Polri, Kompol Rossa Purbo Bekti menurut Yudi menjadi bagian tim penyelidik dan tim penyidik kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) caleg PDIP yang menyeret eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan sebagai tersangka. Yudi menegaskan atas sumbangsihnya itu Kompol Rossa harusnya diapresiasi, bukan dikembalikan.

Yudi menjelaskan pengembalian Kompol Rossa itu meninggalkan banyak kejanggalan. Dia juga mengatakan Kompol Rossa tidak minta dikembalikan ke institusi asalnya dan tak pernah menerima sanksi dari pimpinan KPK.

"Masa tugasnya masih panjang yaitu hingga 23 September 2020, dia juga tak pernah mengajukan permintaan dikembalikan dan tidak pernah kena sanksi," ucap Yudi.

Berdasarkan data yang dihimpun, Yudi mengatakan Kompol Rossa belum mendapatkan surat pemberhentian secara hormat dari pimpinan KPK untuk dikembalikan ke Mabes Polri. Kompol Rossa juga disebut sempat berada di Medan untuk menjalankan tugas dari Deputi Penindakan. Surat tugas yang menumpuk di meja Kompol Rossa juga belum ditarik.

Yudi meminta polemik ini segera dituntaskan oleh pimpinan KPK dan Mabes Polri. Karena hal tersebut juga merugikan Kompol Rossa dan satu penyidik lain yang dikembalikan ke institusi asal.

"Akses email sudah tak bisa lagi didapatkan dia. Memang KPK sudah menganggap Mas Rossa bukan lagi pegawai KPK," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, masa tugas Kompol Rosa di KPK masih berlangsung hingga September 2020.

"Polri kemarin memberikan surat pembatalan, artinya surat kepada KPK bahwa untuk Kompol Rosa tidak ditarik (ke kepolisian)," ujar Argo di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (6/2/2020).

Sedangkan Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan pengembalian Kompol Rosa dilengkapi dengan surat pemberhentian pegawai sejak 22 Januari 2020. Keputusan itu diketahui seluruh pimpinan KPK.

Editor : Rizal Bomantama