Waduh! Oknum Dokter di Lampung Diduga Minta Uang Rp8 Juta ke Keluarga Pasien BPJS
“Dokter B ini nggak mau memberitahu alat apa yang dimaksudkan, kami cuma diberi tahu gambar alatnya setelah transfer Rp8 juta. Transfernya ke rekening pribadi, bukan RSUDAM,” kata Sandi, Jumat (22/8/2025).
Menurut Sandi, sebelum uang ditransfer, komunikasi dengan dokter B berlangsung intens melalui WhatsApp. Namun setelah kondisi anaknya memburuk, respons sang dokter disebut berbeda.
“Waktu nyuruh beli alatnya WA terus, intens. Tapi pas kondisi anak saya terus memburuk, balas WA-nya nggak seperti saat nyuruh beli alat. Malam saya WA, dibalas paginya setelah anak saya meninggal,” ucapnya.
Sandi juga menyoroti kejanggalan terkait alat medis yang disebut butuh waktu pemesanan 10 hari, namun langsung tersedia sehari setelah uang ditransfer.
Selain dugaan pungutan pribadi, Sandi mengaku kecewa dengan pelayanan RSUDAM. Putrinya yang terdaftar sebagai pasien BPJS kelas II justru ditempatkan di ruang rawat inap kelas III.