Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KPK Bantah Gedung Merah Putih Kebakaran, Jubir: Asap Fogging Terdeteksi Sistem Pemadam Otomatis
Advertisement . Scroll to see content

Wakil Ketua KPK Prihatin Warga di Daerah Tambang Justru Hidup Miskin

Rabu, 10 November 2021 - 07:29:00 WIB
Wakil Ketua KPK Prihatin Warga di Daerah Tambang Justru Hidup Miskin
Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengaku prihatin dengan kondisi usaha pertambangan di Indonesia. (Foto Sindonews).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mengaku prihatin dengan kondisi usaha pertambangan di Indonesia. Sebab, dia melihat masih banyak warga di daerah eksplorasi pertambangan yang hidupnya berada dalam kemiskinan

Padahal, ungkap Alex -sapaan karib Alexander Marwata-, Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia, khususnya sektor pertambangan, diharapkan bisa mensejahterakan rakyat. Oleh karenanya, dia meminta agar seluruh pemangku kepentingan dapat mencarikan solusi bersama terkait masalah pertambangan.

Demikian diungkapkan Alex saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Kolaborasi Tinjauan Tata kelola Industri Pertambangan Nikel di Ternate, Maluku Utara, kemarin. Di mana, rapat tersebut dihadiri 11 kementerian dan lembaga serta kepolisian dan kejaksaan.

"Harapan kita SDA bisa mensejahterakan kita, tapi dalam banyak kasus masyarakat yang tinggal di sekitar tambang eksplorasi selalu hidup dalam kemiskinan. Kami mendorong keprihatinan ini untuk dapat kita carikan solusi bersama," ungkap Alex melalui keterangan resminya, Rabu (10/11/2021).

Dalam kesempatan itu, Alex mengajak seluruh kementerian, lembaga, dan aparat penegak hukum untuk sama-sama menyelamatkan sumber daya alam Indonesia untuk kepentingan rakyat. Salah satunya, dengan menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan sumber daya alam.

Salah satu permasalahan sumber daya alam yang disorot KPK yakni terkait pembayaran pajak. KPK menemukan banyak pajak usaha di bidang pertambangan yang tidak bayar ke negara. Kata Alex, terdapat ribuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang KPK dorong untuk dicabut karena melanggar ketentuan. 

"Bagaimana mungkin ada pihak yang mengambil kekayaan alam, tetapi tidak mau membayar pajak. Sangat disayangkan hak masyarakat yang hilang karena pihak-pihak yang tidak membayar pajak," ucapnya.

Kedepannya, KPK berjanji bakal berkomitmen untuk memperkuat tugas pokok dan fungsi (tupoksi) kementerian/lembaga dalam melakukan pengawasan di area-area yang memiliki titik rawan korupsi. khususnya, terkait sektor Sumber Daya Alam (SDA). 

Editor: Faieq Hidayat

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut