Wamenkomdigi Wanti-Wanti AI Bisa Bikin Serangan Siber Lebih Cepat dan Masif
“Sekarang wajah dan suara kita bisa ditiru. Penipuan jadi sangat personal. Banyak korban jatuh karena percaya pada orang yang mereka kenal,” kata Nezar.
Komdigi Panggil Meta, Minta Penjelasan Dugaan Kebocoran Data Pengguna Instagram
Menurutnya, sistem perlindungan konvensional juga semakin rapuh. Dia menilai, perkembangan AI dan riset komputasi kuantum membuat kata sandi yang selama ini digunakan warga tidak lagi cukup aman.
“Password yang kita buat hari ini pada akhirnya bisa menjadi tidak bermakna. Dunia sedang bergerak ke era pasca kuantum,” ujarnya.
Komdigi Blokir Akses Grok AI, Lindungi Masyarakat dari Konten Pornografi Palsu
Nezar berkata, tidak ada ruang aman di dunia digital selama perangkat terhubung dengan jaringan lain. Menurutnya, ancaman dapat datang dari ponsel, aplikasi, hingga perangkat sederhana yang digunakan sehari-hari.
“Selama kita terkoneksi, tidak ada kata aman di ruang digital,” ucapnya.
Menurut dia, Komdigi mendorong penerapan pendekatan security by design untuk nengantisipasi serangan siber. Keamanan harus dibangun sejak awal pengembangan sistem, bukan setelah terjadi kebocoran atau serangan.