Wapres: Indonesia Butuh 100 Juta Tenaga Terampil agar Bonus Demografi Bawa Kesejahteraan

Dita Angga · Kamis, 16 Desember 2021 - 13:16:00 WIB
Wapres: Indonesia Butuh 100 Juta Tenaga Terampil agar Bonus Demografi Bawa Kesejahteraan
Wakil Presiden Ma`ruf Amin . (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id —Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin menyebut Indonesia memiliki peluang bonus demografi dan potensi untuk masuk menjadi 10 besar negara ekonomi terbesar dunia pada 2030. Dia mengatakan dalam waktu satu dekade mendatang proporsi penduduk usia produktif diperkirakan mencapai puncak yaitu sekitar 70 persen. 

“Ibarat pedang bermata dua, bonus demografi justru akan berbalik menjadi bencana demografi, bila kita tidak mampu mengelola peluang yang ada. Tidak ada pilihan, kita harus meningkatkan kompetensi dan produktivitas penduduk usia produktif agar memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi,” katanya pada acara Pelatihan Vokasi Award Tahun 2021, Kamis (16/12/2021).

Maruf mengatakan Indonesia membutuhkan lebih dari 100 juta tenaga kerja terampil agar bonus demografi membawa manfaat bagi Indonesia. Meski tidak mudah, dia mengajak agar semua pihak melakukan upaya bersama

“Indonesia membutuhkan lebih dari 100 juta tenaga kerja terampil agar bonus demografi sungguh-sungguh membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat. Ini pekerjaan yang tidak mudah, tetapi harus terus kita upayakan bersama,” ujarnya.

Lebih lanjut dia juga mengatakan sebagaimana amanat Presiden bahwa Indonesia harus segera keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Termasuk juga bangkit dari krisis ekonomi akibat pandemi.

“Kondisi pandemi harus dimanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan lompatan dan mengejar ketertinggalan. Termasuk dalam hal peningkatan kompetensi dan produktivitas,” katanya. 

Terkait hal tersebut Maruf mengatakan bahwa pemerintah telah menjadikan pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai prioritas.

“Pemerintah telah menegaskan bahwa pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing menjadi salah satu prioritas kerja. Visi Indonesia maju dan sejahtera tidak boleh menjadi retorika semata, tetapi cita-cita yang harus kita wujudkan bersama,” tuturnya. 

Editor : Muhammad Fida Ul Haq

Bagikan Artikel: