Wapres Sebut Perwakafan di Indonesia Kini Mendukung Pemberdayaan Masyarakat
"Mencermati kondisi ini, saya memandang Kementerian Agama dan Badan Wakaf Indonesia selaku pemangku kepentingan utama perwakafan nasional mesti bergegas mengoptimalkan upaya transformatif yang telah dijalankan," ujarnya.
Wapres juga mengapresiasi penyusunan Peta Jalan Wakaf Nasional 2024-2029 yang merupakan hasil sinergi bersama Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Kemenag, BWI dan kementerian atau lembaga terkait lainnya. Termasuk para nadzir, asosiasi nadzir, industri keuangan syariah dan akademisi.
"Saya harap peta jalan ini menjadi panduan bagi pembuat kebijakan dalam mendorong pengembangan wakaf yang produktif, kolaboratif, dan integratif," ucapnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pelaksana BWI Prof Mohammad Nuh menyampaikan, BWI sudah menyiapkan Peta Jalan Wakaf Nasional. Inti dari peta jalan ini ingin melakukan transformasi dari pengelolaan wakaf yang tadinya lebih berfokus untuk memperbanyak wakif yakni memperbanyak orang yang berwakaf.
"Memperbanyak orang yang berwakaf itu oke, tapi itu saja belum cukup, oleh karena itu kita ingin mentransformasi dari dari wakaf dan wakif menjadi pengelolaan yang lebih profesional, yang lebih produktif karena yang dibagikan ke mauquf alaihi atau penerima manfaat wakaf itu hasil dari pengelolaan wakaf," kata Prof Nuh kepada wartawan usai pembukaan Rakornas BWI.