Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : BMKG Deteksi 4.900 Titik Panas, 6 Wilayah RI Terancam Karhutla
Advertisement . Scroll to see content

Waspada! BMKG Prediksi El Nino Berlanjut hingga 2027, Kekeringan Diramal Makin Parah

Jumat, 31 Juli 2026 - 08:10:00 WIB
Waspada! BMKG Prediksi El Nino Berlanjut hingga 2027, Kekeringan Diramal Makin Parah
Ilustrasi fenomena El Nino diprediksi berlanjut hingga 2027. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

Puncak musim kemarau diproyeksikan terjadi pada Agustus yang mencakup 48,84 persen wilayah daratan Indonesia, kemudian berlanjut pada September dengan cakupan 25,41 persen wilayah.

BMKG juga mencatat hari tanpa hujan (HTH) berkategori sangat pendek hingga panjang di sejumlah daerah. Durasi HTH terpanjang mencapai 80 hari terjadi di PRH Katerban, Kaligesing, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

Sebagian besar wilayah diperkirakan mengalami musim kemarau yang lebih kering dibanding kondisi normal. Sebanyak 437 ZOM atau 48,77 persen luas daratan diprediksi menghadapi durasi kemarau lebih panjang. Curah hujan kategori tinggi baru diperkirakan muncul secara bertahap pada Oktober hingga November 2026.

Kondisi tersebut turut meningkatkan potensi munculnya titik panas di wilayah rawan karhutla. Hingga 29 Juli 2026, BMKG mendeteksi 5.019 titik panas yang didominasi Kalimantan Barat, Papua Selatan, dan Riau.

BMKG mengimbau seluruh pihak meningkatkan kewaspadaan menjelang puncak kemarau pada Agustus hingga September. Risiko karhutla diprediksi paling tinggi terjadi di Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan. BMKG juga terus memantau pergerakan partikulat asap karhutla yang telah terdeteksi di Kalimantan Barat.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut