Waspadai Angin Puting Beliung, Ini Tanda-Tanda Kemunculannya Menurut BMKG

Felldy Utama ยท Senin, 23 Desember 2019 - 13:54 WIB
Waspadai Angin Puting Beliung, Ini Tanda-Tanda Kemunculannya Menurut BMKG

Angin puting beliung. (Foto: ANTARA)

JAKARTA, iNews.id – Beberapa waktu terakhir, fenomena angin puting beliung terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun meminta kepada masyarakat agar lebih cermat untuk memperhatikan tanda-tanda kemunculan angin tersebut.

“Perlu diwaspadai fenomena cuaca tanda-tanda akan terjadi puting beliung. Kami mengimbau masyarakat lebih waspada dan membaca tanda-tanda puting beliung,” kata Ketua BMKG, Dwikorita Karnawati, melalui konferensi video dari Sumatera Barat, Senin (23/12/2019).

Dia menjelaskan, kemunculan angin puting beliung biasanya ditandai dengan kondisi udara yang terasa panas sehari sebelumnya. Kemudian, mulai dari pukul 10.00 WIB, terlihat tumbuh awan kumulus yang batas tepinya abu-abu dan sangat jelas menjulang seperti bunga kol. Awan itu akan berubah warna menjadi gelap, sehingga tahapan terbentuknya puting beliung sudah semakin jelas.

“Dan pepohonan di sekitar tempat berdiri mulai bergoyang cepat, terasa ada sentuhan udara dingin, berarti itu puting beliung datang. Jadi kami imbau agar masyarakat segera waspada dan menjauh dari tempat tersebut,” ujarnya.

Tak hanya itu, Dwikorita menyampaikan, tanda kemunculan angin puting beliung biasanya lebih sering terjadi pada siang atau sore hari. Jarang sekali puting beliung terjadi di malam hari.

Dia pun menyinggung kembali soal awan kumulus yang berbentuk seperti bunga kol tadi. Awan itu bisa terlihat 30-60 menit sebelum munculnya angin puting beliung. Oleh karenanya, jika masyarakat sudah melihat tanda tersebut, lebih baik menghindar ke tempat yang dianggap aman dari angin itu.

“Dampaknya, (angin itu) menumbangkan rumah semipermanen hingga papan reklame, dan terkadang (bisa) menimbulkan korban jiwa,” tuturnya.

Dwikorita pun membagikan langkah-langkah antisipasi yang harus diperhatikan masyarakat. Pertama, pohon yang sudah tinggi serta sudah rapuh segera dipangkas dahannya untuk mengurangi beban berat pohon tersebut. Namun, apabila keberadaan pohon itu dianggap tetap membahayakan, sebaiknya ditebang.

“Kemudian, mohon dicek atap rumah yang sudah rapuh agar diperbaiki. Dan paling penting cepat menjauh. Jadi itulah yang perlu diwaspadai,” ucapnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil