Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Blak-blakan! Denny Indrayana Bongkar Pasal Selundupan yang 'Menggibran', Loloskan Gibran Cawapres 2024
Advertisement . Scroll to see content

Yafet Rissy soal Polemik Gibran: Saya Khawatir Kita Terjebak Glorifikasi Ijazah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:31:00 WIB
Yafet Rissy soal Polemik Gibran: Saya Khawatir Kita Terjebak Glorifikasi Ijazah
Guru Besar UKSW, Yafet Rissy. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Guru Besar Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Yafet Rissy mengkhawatirkan Indonesia terjebak dalam glorifikasi ijazah. Kekhawatiran itu muncul di tengah diskusi mengenai riwayat pendidikan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpres 2024.

"Sebagai seorang guru kalau saya melihat diskusi setelah putusan MK beberapa waktu terakhir ini, saya agak sedikit khawatir. Kekhawatiran terbesar saya adalah kita terjebak dalam glorifikasi ijazah," ujar Rissy dalam program Rakyat Bersuara bertajuk "'Bola Panas' Putusan MK, ke Mana Ujungnya?" yang ditayangkan iNews, Selasa (13/10/2026).

Rissy menilai glorifikasi ijazah tidak jauh berbeda dengan kondisi peradaban kuno ketika masyarakat mengagungkan status sosial. Untuk menjelaskan fenomena tersebut, dia menyinggung buku Ancient Law karya Henry Sumner Maine.

"Dia mengatakan tesisnya begini, dalam masyarakat primitif yang diagung-agungkan itu status. Status itu para raja, bangsawan, putri, tuan tanah, dan semua orang yang memiliki privilese itu diagung-agungkan karena statusnya," tuturnya.

Menurut Rissy, pengagungan terhadap status sosial dapat menjadi tanda kemunduran suatu bangsa. Sebab, dalam masyarakat primitif, status menjadi faktor utama yang menentukan kedudukan seseorang di tengah masyarakat.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut