Yayasan Bantah Temuan 995 Senjata di Sekolah Harapan Ibu Jaksel terkait Konflik Internal
Dia berharap seluruh persoalan yang terjadi dapat diselesaikan sehingga sekolah kembali pada tujuan awal pendiriannya.
"Mudah-mudahan sekolah kita ini dapat kembali sesuai dengan tujuan daripada kami pada waktu itu untuk mendirikannya yaitu ingin mencetak anak-anak daripada sekolah kita ini jadi anak-anak yang saleh dan saleha dan juga menjadi pemimpin-pemimpin bangsa di kemudian hari," ujarnya.
Sementara itu, kuasa hukum yayasan, Hermawanto, menilai temuan senjata tidak bisa dianggap sebagai bagian dari konflik internal belaka. Menurut dia, temuan tersebut merupakan fakta yang harus diusut secara hukum.
"Fakta penemuan senjata adalah fakta yang tidak bisa dibantah bahwa sekolah telah dijadikan sebagai gudang dari bisnis-bisnis mereka yang kemudian merugikan sekolah, merugikan misi mulia, merugikan marwah pendiriannya," kata Hermawanto.
Yayasan juga meminta kepolisian segera melakukan sterilisasi menyeluruh di area sekolah guna memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang tersisa. Untuk sementara, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan secara pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama sepekan demi menjamin keamanan peserta didik dan tenaga pendidik.
Selain berkoordinasi dengan kepolisian, yayasan dijadwalkan bertemu dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Senin (10/8/2026). Pengurus juga tengah membangun komunikasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta serta Komisi III dan Komisi X DPR RI guna memastikan perlindungan terhadap siswa dan kelangsungan proses belajar mengajar.
Editor: Aditya Pratama