Setya Novanto Kembali Mengeluh Sakit Perut dan Jantung
JAKARTA, iNews.id – Terdakwa perkara dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) kembali mengeluhkan kondisi kesehatannya. Novanto mengeluh sakit perut dan nyeri di jantung sehingga butuh pemeriksaan dokter.
Kondisi kesehatan yang belum pulih itu diungkapkan kuasa hukum Novanto, Maqdir Ismail. Maqdir mengaku terakhir kali bertemu dengan kliennya pada Kamis, 15 Desember 2017, di rutan KPK.
"Kemarin (Kamis) beliau masih mengeluh sakit perut kepada saya. Sebab, terus terang sampai kemarin pun (dia) belum juga mendapatkan obat" ungkap Maqdir dalam diskusi Polemik Radio MNC Trijaya di Cikini, Jakarta, Sabtu (16/12/2017).
Melihat kondisi itu, Maqdir berharap agar kliennya dapat segera diberikan pengobatan oleh dokter lain seperti yang dimintanya dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Rabu, 13 Desember lalu. Karena tak hanya diare, Setnov juga mengeluhkan rasa sakit di jantungnya.
"Jangan hanya bergantung pada dokter yang ada, tapi kami minta supaya dibawa ke rumah sakit lain dan diperiksa dokter yang lain pula," ungkapnya.
Seperti diketahui, pada sidang dakwaan, Novanto banyak duduk dan diam di kursi pengadilan. Dia bahkan beberapa kali tak merespons pertanyaan hakim. Sidang pun sempat diskors dua kali.
Setnov yang mengaku sedang mengalami diare akhirnya diperiksa dokter dari KPK, RS Cipto Mangunkusumo, dan PB Ikatan Dokter Indonesia. Namun kuasa hukum meminta agar dihadirkan dokter lain. Sayangnya, meski dokter dari RSPAD Gatot Subroto sudah dihadirkan, Novanto tak mau diperiksa dengan alasan dokter tersebut bukan spesialis melainkan dokter umum.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP Gerindra Ferry Juliantono berharap agar kesehatan Novanto bisa segera pulih. Dengan demikian mantan ketua DPR itu bisa mengemukakan seluruh hal yang diketahuinya dalam kasus tersebut.
"Saya berharap ketika Setnov sehat, beliau bisa membeberkan secara blak-blakan oknum-oknum yang ikut terlibat di kasus korupsi e-KTP ini," katanya.
Editor: Zen Teguh