Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Luxeed R7 Cetak Rekor Dunia, SUV Produksi Massal dengan Hambatan Udara Terendah
Advertisement . Scroll to see content

Indonesia Akan Kembangkan Wireless Charging, Jalan Bisa Ngecas Mobil Listrik

Senin, 26 September 2022 - 13:37:00 WIB
Indonesia Akan Kembangkan Wireless Charging, Jalan Bisa Ngecas Mobil Listrik
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah meneliti pembangunan wireless charging di jalan untuk mobil listrik. (Foto: Electric Vehicle News)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Untuk memudahkan masyarakat yang mulai beralih ke kendaraan listrik, Pertamina, PLN bersama produsen mobil listrik sedang membangun infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Tak hanya, itu ilmuan (periset) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan penelitian wireless charging

“Stasiun pengisian yang belum tersebar ke seluruh Indonesia menjadi perhatian kami. Ini yang memicu kami melakukan riset wireless charging,” ujar Senior Researcher BRIN Aam Muharam dalam Webinar BRIN, belum lama ini.

Dia menerangkan sistem pengisian wireless di jalan sudah sangat populer di Eropa dan Jepang. Untuk itu, BRIN sedang berusaha menghadirkan wireless charging dalam waktu dekat. Namun, ada tantangan besar dalam pembangunan wireless charging yaitu infrastruktur. Untuk itu, butuh sinergi agar teknologi ini dapat direalisasikan.

“Integrasi antar fasilitas juga perlu disamakan. Infrastruktur seperti kondisi jalan, material jalan, dan sumber daya untuk wireless charging perlu menjadi perhatian,” ujar Aam.

“Selain itu, keamanan dari wireless charging masih terus diteliti agar radiasi magnet tidak keluar dari sistem tersebut,” katanya.

Aam mengatakan tingkat kecepatan mobil masih menjadi tantangan tersendiri terkait dengan pengisian wireless. Ini akan menentukan apakah baterai akan terisi atau tidak ketika melewati jalur wireless charging.

Kekhawatiran terbesar adalah pengendara mobil listrik bisa terpapar medan elektromagnetik yang bisa membahayakan kesehatan untuk jangka panjang.

Aam menjelaskan sistem keamanan dari wireless charging yang saat ini dikembangkan dipastikan tidak mengeluarkan radiasi besar. Setelah dilakukan pengujian, medan magnet berada di level masih sangat diterima manusia.

“Para periset dari wireless charging memang menaruh perhatian besar terhadap radiasi. Kami menerapkan metode pengamanan yang kami tanamkan pada sistem wireless charging. Jadi radiasi yang dikeluarkan masih diambang batas aman,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, tantangan terbesar adalah lokasi yang bisa dipasangkan wireless charging khususnya di Jakarta. Sebagian besar wilayah rentan tergenang air jika terjadi hujan besar dan dapat menyebabkan risiko lebih besar.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut