Mengenal Kelistrikan Mobil Eropa, Jangan Paksa Hidupkan Mesin saat Aki Habis

Dani M Dahwilani ยท Jumat, 10 Juli 2020 - 07:15 WIB
Mengenal Kelistrikan Mobil Eropa, Jangan Paksa Hidupkan Mesin saat Aki Habis

Sistem kelistrikan dan baterai (aki) merupakan komponen penting pada kendaraan untuk menyuplai daya pada mobil. (Foto: Peugeot)

JAKARTA, iNews.id - Merawat mobil bisa dilakukan dengan cara rajin memanaskan mesin. Ini agar sistem kelistrikan yang bersumber dari baterai alias aki tidak cepat habis.

Namun, jika engine mendadak sulit dinyalakan, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai. Pertama, engine starter mampu memutar mesin namun tidak mau hidup juga, artinya terdapat kendala di mesin. Salah satunya bisa dikarenakan berkurangnya suplai bahan bakar atau udara serta kendala di komponen pengapian.

Namun kalau gejalanya disebabkan oleh aki yang tekor atau soak, sebaiknya pemilik mobil Eropa semua tipe jangan memaksa menghidupkan mesin. Karena jika dipaksa akan muncul masalah pada sistem elektronik kendaraan.

Secara umum, baterai Peugeot terbagi tiga jjenis yakni tipe L1 390 Ampere, tipe L2 480 Ampere dan tipe L3 720 Ampere. Mekanisme kerjanya 42 ampere/jam untuk L1, 60 Ampere/jam pada L2 dan terakhir, L3 hingga 70 Ampere/jam. Secara umum baterai yang digunakan adalah type L2 karena sudah mampu mengakomodasi kebutuhan kelistrikan pada kendaraan.

Kebutuhan standar kelistrikan transporter ini sudah dikalkulasi Peugeot. Di luar itu atau penambahan daya dalam kendaraan kerap membuat pasokan listrik ekstra. Sebagai contoh, penambahan system audio hingga lampu-lampu yang membutuhkan daya ekstra, jelas menyedot sumber kelistrikan yang ada.

“Sebaiknya untuk penambahan audio atau lampu-lampu atau perlengkapan lainnya, bisa dikonsultasi ke bengkel resmi untuk bisa mengatasi masalah kelistrikan mobil. Bila tidak, hal ini bisa menggugurkan garansi mobil,” ujar Aftersales Support Astra Peugeot Samsudin dalam keterangannya yang dilansir Jumat (10/7/2020).

Jika Aki atau baterai bermasalah, sebaiknya jangan lakukan cranking mesin atau engine starter lebih dari tiga8 kali. Hal itu akan menimbulkan masalah pada sistem elektronik kendaraan. Risiko terparah adalah program pada ECU dan BSI (Built-in System Interface) atau kontrol elektronik sistem kendaraan bakal alami locked.

Sistem kelistrikannya tidak stabil. Bisa jadi, sumber listrik kendaraan berasal dari battery terganggu alias tidak stabil. Artinya, kemampuan komponen internal pada aki yang bertugas menyimpan energi listrik (hasil kerja Altenator) sudah tidak maksimal.

Aki (baterai) berfungsi menyimpan dan mengalirkan arus listrik sesuai kebutuhan komponen yang akan difungsikan. Jika kondisi aki mulai tidak stabil, begitu engine off setelah mobil dijalankan, maka tegangan yang tersimpan tidak akan ideal lagi.

Saat hendak dinyalakan (engine on), biasanya mesin mobil jadi susah atau malah tidak mau hidup. Untuk menyalakan mesin mobil, memang butuh tegangan dan arus listrik sangat besar. Salah satu indikasinya suara dinamo starter terdengar lemah.

Saat hendak dinyalakan (engine on), biasanya mesin mobil jadi susah atau malah tidak mau hidup. Untuk menyalakan mesin mobil, memang butuh tegangan dan arus listrik sangat besar. Salah satu indikasinya suara dinamo starter terdengar lemah.

Tanda-tanda mobil tidak mau nyala juga terasa sama seperti aki kurang setrum. Biasanya hal ini beda penyebab. Jika aki kurang daya karena usia pemakaian, sedangkan kurang setrum bisa disebabkan energi terbuang saat mesin tidak hidup atau terjadi kendala pada komponen pengisian aki (altenator).

Editor : Dani Dahwilani