Mobil Tua Pakai Oli Sintetis, Ini Dampaknya

Riyandy Aristyo ยท Kamis, 16 April 2020 - 13:13 WIB
Mobil Tua Pakai Oli Sintetis, Ini Dampaknya

Pelumas dengan bahan mineral biasanya untuk mobil-mobil produksi lama karena ukuran kerapatan antara seher dan rumah tidak serapat mobil modern. (Foto: Blauparts)

JAKARTA, iNews.id - Teknologi mesin kendaraan baik roda dua maupun empat dari tahun ke tahun terus berkembang. Perawatannya pun berubah, termasuk dalam pergantian pelumas atau oli mesin.

Produk pelumas pun menyesuaikan dengan kebutuhan teknologi kendaraan. Salah satunya dengan kehadiran produk oli sintetis.

Pelumas ini diklaim membuat mesin kendaraan bersih dan awet. Bagaimana dengan mobil tua, cocok kah menggunakan pelumas sintetis?

Pemilik bengkel mobil Star Racing Kebon Jeruk, Widodo mengatakan, pelumas yang beredar saat ini kebanyakan menggunakan bahan sintetis. Tapi, beberapa pabrikan pelumas masih mempertahankan produk dengan bahan minyak mineral.

"Pelumas dengan bahan mineral biasanya untuk mobil-mobil produksi lama karena ukuran kerapatan antara seher dan rumah tidak serapat mobil modern," ujarnya, saat ditemui iNews.id, beberapa waktu lalu.

Menurut Widodo, mobil lama memang harus menggunakan pelumas berbahan mineral, sesuai dengan anjuran buku perawatan. "Kalau mobil lama pakai oli baru, pasti loss karena ukuran lubangnya besar. Jadi, pelumasnya harus berbahan mineral," katanya.

Selain loss, jika mobil tua dipaksakan memakai pelumas berbahan sintetis, kandungan mineral yang menempel di dinding akan luntur sehingga memengaruhi kinerja mesin.

"Biasanya mobil lama yang memakai oli bermineral, mineralnya pasti nempel di dinding mesin, berbeda dengan sintetik yang bening dan non-sulfur. Karena sifatnya membersihkan mesin, oli sintetis justru akan membuat mineral itu luntur. Nanti pengaruh ke mesin," ujar Widodo.

Editor : Dani Dahwilani