Harley-Davidson Berhentikan dan Pangkas Gaji Karyawan akibat Virus Corona

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 16 April 2020 - 06:25 WIB
Harley-Davidson Berhentikan dan Pangkas Gaji Karyawan akibat Virus Corona

Dampak virus corona, Harley-Davidson memberhentikan sementara sebagian besar pekerja dan memotong gaji karyawan. (Foto: AFP)

CHICAGO, iNews.id - Keputusan berat diambil Harley-Davidson Inc (HD). Pabrikan motor gede (moge) Amerika Serikat (AS) itu memberhentikan sementara sebagian besar pekerja dan memotong gaji karyawan. Langkah tersebut untuk menurunkan biaya akibat bisnis mereka terganggu pandemi virus corona (Covid-19).

Dilansir dari Reuters, Kamis (16/4/2020), pengumuman itu dikeluarkan beberapa minggu setelah mereka menarik perkiraan pendapatan tahun ini. HD mengatakan, gangguan yang disebabkan pandemi dapat merusak kemampuannya memasok dan menjual sepeda motor.

Saham Harley diperdagangkan terakhir turun 5,7 persen menjadi 18,25 dolar AS. Pandemi telah menekan pendapatan perusahaan dan mengeringkan arus kas, membuat perusahaan berusaha menghemat dana dan meningkatkan likuiditas.

Namun, kekhawatiran tentang dampak virus corona yang sangat menular pada bisnis Harley telah mendorong lembaga pemeringkat Fitch dan Moody's menurunkan peringkat mereka. Meski Harley belum mengukur dampaknya, Fitch memperkirakan penurunan penjualan 25 persen tahun ini. Sementara Moody's menyebut penurunan penjualan melemahkan posisi likuiditas Harley.

Sebagai bagian dari pemotongan biaya, Harley mengatakan akan "secara signifikan" mengurangi semua pengeluaran tidak penting.
Chief executive officer dan dewan direksi bakal memotong gaji mereka. Masing-masing, gaji pimpinan eksekutif akan dipotong sebesar 30 persen, sementara karyawan bergaji akan dipangkas 10-20 persen.

Harley mengatakan pengurangan gaji akan dievaluasi kembali pada akhir kuartal kedua. Mereka tidak akan membagikan bonus pada 2020 dan akan menghentikan perekrutan karyawan baru.

Editor : Dani Dahwilani