Pertamina Sulap Lapangan Bola Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Dani M Dahwilani ยท Kamis, 30 April 2020 - 16:39 WIB
Pertamina Sulap Lapangan Bola Jadi Rumah Sakit Darurat Covid-19

Pertamina menyiapkan lapangan sepak bola Simprug, Jakarta Selatan, disulap menjadi rumah sakit rujukan virus corona (Covid-19). (Foto: Pertamina)

JAKARTA, iNews.id – Setelah menjadikan Rumah Sakit Pertamina Jaya dan Hotel Patra Comfort Jakarta menjadi rumah sakit rujukan Covid-19, Pertamina kembali menyiapkan lapangan bola Simprug, Jakarta Selatan, disulap menjadi rumah sakit rujukan virus corona (Covid-19). Rumah sakit ini berdiri di atas lapangan sepak bola seluas 22.700 meter persegi

Vice President Corporate Communication Petamina Fajriyah Usman menyatakan, rumah sakit darurat Covid-19 di lapangan bola Simprug merupakan extension dari Rumah Sakit Pertamina Pusat (RSPP). Seluruh pembangunan dan penyediaan alat kesehatan serta tenaga medis berada dalam pengawasan RSPP.

“Tahapan pembangunan meliputi konstruksi fisik, penyediaan alat kesehatan (alkes), tenaga medis, IT dan setup Alkes” ujar Fajriyah, dalam keterangan persnya kepada iNews.id, Kamis (30/4/2020).

Menurut Fajriyah, rencananya RS Darurat Covid 19 ini memiliki kapasitas 300 bed, terdiri atas 240 bed non ICU, 31 bed ICU, 19 bed HCU dan 10 Bed IGD, dan yang utama adalah seluruh ruangan di RS Darurat COVID 19 ini dilengkapi negative pressure dan filter hepa sehingga udara yang dilepaskan keluar rumah sakit tetap aman untuk lingkungan.

Fajriyah menambahkan, rumah sakit darurat ini menyiapkan fasilitas untuk memberikan layanan prima. Walaupun darurat, fasilitas yang dibangun mengikuti standar rumah sakit pada umumnya, dari mulai ruang dokter, ruang perawat, nurse station, instalasi jenazah, instalasi sterilisasi, laboratorium (PCR, Hematologi dan AGD), instalasi farmasi, pusat gizi, instalasi screening, ruang radiologi, ruang operasi, hingga ruang dekontaminasi.

“Bahkan, dalam rumah sakit ini disediakan fasilitas peralatan canggih seperti CT Scan 32 /64 slice, CCTV 2 arah hingga central monitor,” kata Fajriyah.

Dalam pekerjaannya, rumah sakit ini sudah memasuki progress 35 persen sejak awal dimulai pada 22 April 2020. Rumah saki ini direncanakan akan mulai beroperasi pada 1 Juni 2020.

Editor : Dani Dahwilani