Ribut Soal Nikel dan LFP, Sekelompok Ilmuwan Justru Temukan Baterai dari Bahan Tanah
"Kami tidak akan memberi listrik pada seluruh kota dengan energi ini. Namun kita dapat memanfaatkan energi dalam jumlah kecil untuk mendukung aplikasi praktis dan berdaya rendah," katanya.
Dia mengungkapkan baterai berbahan bakar tanah bisa dimanfaatkan untuk memberi energi pada berbagai sensor di ladang pertanian. Jadi, para petani tidak perlu lagi repot-repot menjelajah lahan yang luas hanya untuk mengganti baterai.
"Jika Anda ingin memasang sensor di alam liar, di peternakan, atau di lahan basah, Anda tidak perlu repot-repot pergi ke lahan pertanian seluas 100 hektare untuk secara teratur mengganti baterai atau membersihkan panel surya," ujar Wells.
Baterai berbahan dasar tanah disebut mampu menghasilkan daya 68 kali lebih besar dari yang dibutuhkan untuk mengoperasikan sensor di ladang pertanian. Ini dinilai cukup kuat untuk menahan perubahan besar dalam kelembaban tanah.
Para ilmuwan itu mengatakan semua komponen untuk membuat alat ini dapat dibeli di toko perkakas. Ke depan, mereka berencana mengembangkan MFC berbasis tanah yang terbuat dari bahan yang sepenuhnya dapat terbiodegradasi.
Editor: Dani M Dahwilani