Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jasa Marga Ungkap Microsleep Jadi Penyebab Utama Kecelakaan selama Mudik Lebaran
Advertisement . Scroll to see content

5 Cara Mengatasi Microsleep saat Berkendara, Awas Jangan sampai Ketiduran

Jumat, 27 Maret 2026 - 14:23:00 WIB
5 Cara Mengatasi Microsleep saat Berkendara, Awas Jangan sampai Ketiduran
Di balik meningkatnya mobilitas kendaraan, terdapat risiko besar yang sering diabaikan pengemudi, yakni microsleep saat berkendara. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Perjalanan arus balik Lebaran mulai dipadati kendaraan. Banyak masyarakat berbondong-bondong kembali ke Jakarta setelah menikmati libur Idul Fitri di kampung halaman.

Di balik meningkatnya mobilitas kendaraan, terdapat risiko besar yang sering diabaikan pengemudi, yakni microsleep saat berkendara. Kondisi ini kerap menjadi pemicu kecelakaan di jalan tol maupun jalur arteri saat arus mudik dan balik.

Microsleep merupakan kondisi ketika seseorang tertidur dalam waktu sangat singkat, biasanya hanya beberapa detik, tanpa disadari. Kondisi tersebut umumnya terjadi akibat kelelahan, kurang tidur, atau terlalu lama berkendara tanpa istirahat.

Dalam situasi berkendara, microsleep sangat berbahaya. Dalam hitungan detik, pengemudi bisa kehilangan fokus dan kendali terhadap kendaraan yang dikemudikannya.

Risiko ini semakin besar saat arus balik Lebaran. Perjalanan panjang, kemacetan, serta kondisi tubuh yang menurun membuat pengemudi lebih rentan mengalami kelelahan.

Sebab itu, penting bagi setiap pengendara memahami cara mengatasi dan mencegah microsleep agar perjalanan tetap aman hingga sampai ke tujuan.

Berikut lima cara mengatasi microsleep saat berkendara di jalan, Jumat (27/3/2026).

1. Istirahat Secara Berkala

Mengemudi dalam waktu lama tanpa jeda dapat membuat tubuh dan otak cepat lelah. Kondisi ini meningkatkan risiko pengemudi kehilangan fokus di jalan.

Disarankan untuk berhenti setiap dua hingga tiga jam sekali di rest area atau tempat aman lainnya. Gunakan waktu tersebut untuk meregangkan tubuh, berjalan sejenak, atau tidur singkat sekitar 15–30 menit.

Istirahat yang cukup terbukti mampu mengembalikan konsentrasi pengemudi. Cara ini juga membantu mengurangi rasa kantuk selama perjalanan panjang.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut