5 Cara Mengatasi Microsleep saat Berkendara, Awas Jangan sampai Ketiduran
2. Pastikan Tidur Cukup Sebelum Berangkat
Kondisi tubuh sebelum berkendara sangat menentukan keselamatan selama perjalanan. Pengemudi sebaiknya memastikan tidur cukup sebelum memulai perjalanan jauh.
Idealnya, seseorang tidur selama enam hingga delapan jam pada malam sebelum berkendara. Waktu tidur yang cukup membantu menjaga fokus dan refleks saat berada di jalan.
Sebaliknya, begadang atau kurang tidur akan membuat tubuh lebih cepat lelah. Kondisi tersebut meningkatkan potensi microsleep saat berkendara.
3. Konsumsi Kafein Secara Bijak
Minuman berkafein seperti kopi atau teh dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dalam waktu sementara. Kandungan kafein dapat merangsang sistem saraf sehingga rasa kantuk berkurang.
Namun, kafein tidak boleh dijadikan solusi utama untuk melawan rasa kantuk. Efeknya hanya bertahan beberapa jam sehingga tetap perlu diimbangi dengan istirahat yang cukup.
Mengonsumsi kafein secara berlebihan juga tidak disarankan. Sebab, hal tersebut dapat memicu efek samping seperti jantung berdebar atau rasa tidak nyaman.
4. Berinteraksi dengan Penumpang
Bagi pengemudi yang tidak berkendara sendirian, keberadaan penumpang bisa dimanfaatkan untuk menjaga kewaspadaan. Mengobrol ringan atau mendengarkan cerita dapat membuat otak tetap aktif.
Interaksi sederhana dapat membantu mengurangi rasa jenuh selama perjalanan jauh. Hal ini juga dapat menjaga pengemudi tetap fokus pada kondisi jalan.
Jika memungkinkan, lakukan pergantian pengemudi secara berkala. Cara ini efektif untuk mengurangi kelelahan akibat menyetir terlalu lama.