7 Alat Pendingin Mesin Mobil yang Perlu Dikenali, Begini Cara Kerjanya
JAKARTA, iNews.id - Inilah alat pendingin mesin mobil yang patut diketahui. Alat pendingin mesin mobil dapat mempengaruhi kinerja dan kenyamanan kendaraan.
Alat pendingin mesin mobil berfungsi untuk mendinginkan mesin ketika suhu yang mencapai batas tertentu. Saat mesin dalam kondisi suhu melebihi standar, maka bisa berakibat overheat dan membuat mesin mati secara tiba-tiba.
Oleh sebab itu, pendingin suhu mobil berperan penting dalam meminimalisir kemungkinan terjadinya suhu berlebih tersebut. Pada umumnya, mesin mobil yang terlalu panas akan memberikan kode pada indikator dashboard mobil yang menyala merah.
Dalam beberapa kasus, indikator tersebut juga akan menunjukan level H. Namun, perlu diketahui bahwa alat pendingin tersebut tidak hanya berguna bagi mesin, melainkan akan berpengaruh juga bagi kestabilan suhu komponen-komponen yang lain.
Karenanya, ada beberapa komponen dalam sistem pendingin mesin mobil yang perlu dicek rutin agar tidak terjadi kerusakan.
Adapun berikut ini adalah beberapa komponen alat pendingin mesin mobil yang dilansir iNews.id dari laman resmi Suzuki, Jumat (28/10/2022).
Radiator mempunyai komponen lain berupa pipa kecil dan bak penampungan water coolant. Pipa ini akan dialiri oleh cairan pendingin untuk menyerap suhu panas yang dikeluarkan oleh mesin.
Selain itu, radiator juga memiliki kisi-kisi yang berguna untuk mendinginkan dengan memanfaatkan angin. Kisi-kisi tersebut bekerja untuk mendinginkan air yang telah menyerap panas sehingga dapat dialirkan kembali ke pipa dan masuk ke lower tank.
Kipas radiator berperanan penting dalam proses pendinginan mesin mobil. Komponen ini berfungsi memberi aliran udara pada radiator yang akan membantu mendinginkan air.
Ada dua jenis kipas radiator, yakni kipas dengan engkol dan kipas dengan radiator. Pada kipas dengan engkol, poros engkol terhubung dengan fan manual dan akan terus bekerja jika mesin dihidupkan. Semakin tinggi kecepatan mesin, maka semakin cepat pula kipas berputar.
Sementara itu, kipas dengan radiator bekerja dengan cara berbeda dengan kipas biasa. Udara dari radiator akan diserap dan kemudian akan dihembuskan ke bagian mesin.
Thermostat berfungsi guna mengatur sirkulasi air pada sistem pendingin mesin. Komponen ini tidak selalu bekerja, Thermostat hanya akan berfungsi pada suhu panas tertentu.
Bisa dibilang, thermostat merupakan 'back up' dari alat pendingin mesin kendaraan. Jika, mesin mencapai suhu batas tertentu atau terlalu panas, maka thermostat akan bekerja secara otomatis.
Pompa air merupakan penghubung dari lower tank tempat menyimpan air ke bagian mesin. Komponen ini memegang peranan penting dalam mendinginkan mesin mobil.
Pompa air bekerja dengan menyesuaikan dengan kerja mesin. Pompa air mempunyai bagian pulley yang akan terhubung dengan sabuk bernama v-belt. Lalu, air akan dialirkan untuk mendinginkan mesin.
Alat pendingin mesin mobil yang selanjutnya adalah water jacket. Komponen ini adalah sebuah rongga yang dibentuk pada blok mesin.
Rongga tersebut dapat berfungsi sebagai tempat keluar dan masuknya air. Ketika mesin menyala, panas yang ada akan diserap oleh air dan masuk ke radiator, sedangkan air dingin akan yang ada akan masuk ke water jacket agar proses pendinginan bisa bekerja lagi.
Ketika suhu mesin sedang tinggi, maka mesin akan bekerja untuk menampung uap dari radiator. Air yang dihasilkan akan disimpan untuk diputar dan dialirkan saat ada vacuum di bagian upper tank radiator.