Dapat Penyegaran, Honda CR-V 2020 di China Lebih Panjang

Dani M Dahwilani ยท Minggu, 10 November 2019 - 12:38 WIB
Dapat Penyegaran, Honda CR-V 2020 di China Lebih Panjang

Honda Breeze atau di Indonesia dikenal dengan nama CR-V telah mendapat penyegaran di China. Penampilan Honda CR-V 2020 Black Edition. (Foto: iNews.id)

BEIJING, iNews.id - Honda Breeze atau di Indonesia dikenal dengan nama CR-V telah mendapat penyegaran. Honda CR-V model 2020 ini telah didistribusikan ke sejumlah dealer di China.

Dilansir dari Carscoops, Minggu (10/11/2019), Honda CR-V 2020 diluncurkan kembali pada Agustus lalu, tetapi gambar langsung crossover kompak ini mulai muncul secara online di China. Foto-foto terbaru mengungkapkan interior CR-V lebih detail.

Honda akan memproduksi CR-V di China dalam kemitraan dengan Guangzhou Motors. Breeze di China sebenarnya sedikit lebih panjang dari saudara kandungnya (CR-V), tetapi lebar, tinggi dan desain bumper sama.

Secara keseluruhan, Breeze memiliki dimensi panjang 4.634 mm (182,4 inci) x 1.855 mm (73 inci) x 1.679 mm (66,1 inci), dengan wheelbase 2.661 mm (104,7 inci). Fasia depan diambil dari model Accord, sementara lampu utama dan lampu belakang LED (sekarang berbentuk L) menampilkan desain lebih tajam daripada CR-V.

Bagian interior, Breeze memiliki kapasitas lima penumpang dan desain dashboard yang sama dengan CR-V. Model ini dilengkapi teknologi Honda Sensing dan Honda Connect 2.0. Sementara fitur-fitur seperti pengisian daya nirkabel dan pembukaan tailgate hands-free adalah yang pertama bagi China.

Pelanggan dapat memilih dua varian mesin. Pertama mesin bensin 1.5 liter turbocharged yang dikawinkan dengan transmisi CVT menghasilkan tenaga 193 HP dan torsi unit 243 Nm (179 lb-ft). Engine kedua, 2.0-liter i-MMD hybrid, dengan 2WD dan AWD, memiliki tenaga lebih besar 215 HP dan torsi 315 Nm (232 lb-ft).

Model ini juga menawarkan paket Black Edition, dengan velg hitam 19 inci, termasuk kaca spion dan detail trimming eksterior serta interior. Mengenai harga, Honda CR-V 2020 entry-level di China dibanderol mulai dari 180.000 yuan (25.360 dolar AS) atau Rp350 jutaan.


Editor : Dani Dahwilani