Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kembangkan Kecerdasan Buatan, Grab Operasikan Lebih 1.000 Model AI dan Machine Learning
Advertisement . Scroll to see content

Departemen Perhubungan AS Akan Gunakan AI Buat Regulasi, Tuai Pro dan Kontra

Rabu, 28 Januari 2026 - 13:49:00 WIB
Departemen Perhubungan AS Akan Gunakan AI Buat Regulasi, Tuai Pro dan Kontra
Departemen Perhubungan Amerika Serikat (DOT) tengah mempertimbangkan penggunaan AI untuk mempercepat proses penyusunan peraturan federal. (Foto: Ilustrasi/AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Departemen Perhubungan Amerika Serikat (Department of Transportation/DOT) tengah mempertimbangkan penggunaan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses penyusunan peraturan federal. Langkah ini diklaim mampu memangkas waktu penulisan regulasi dari hitungan bulan atau tahun menjadi hanya beberapa menit, namun memicu kekhawatiran serius soal keselamatan dan kualitas aturan.

Dilansir dari Carscoops, Wacana tersebut mencuat setelah laporan ProPublica mengungkap rencana pemerintahan Presiden Donald Trump memanfaatkan AI untuk “merevolusi cara penyusunan peraturan”. Teknologi ini disebut dapat membantu aparatur negara bekerja lebih cepat dan efisien dalam merumuskan kebijakan.

Namun, rencana itu langsung memicu alarm dari berbagai pihak. Salah satu sorotan utama tertuju pada pernyataan penasihat umum DOT, Gregory Zerzan, yang dinilai lebih mengutamakan kecepatan dan kuantitas ketimbang kualitas regulasi.

Dalam laporan tersebut, Zerzan menyatakan, “Kita tidak membutuhkan aturan yang sempurna tentang XYZ. Kita bahkan tidak membutuhkan aturan yang sangat baik tentang XYZ. Kita menginginkan yang cukup baik. Kita membanjiri zona tersebut.” 

Pernyataan ini menimbulkan kekhawatiran aturan yang dihasilkan berpotensi asal-asalan, terutama untuk lembaga federal yang berkaitan langsung dengan keselamatan publik.

ProPublica juga melaporkan DOT mempertimbangkan penggunaan Gemini, model AI milik Google, untuk membantu menyusun rancangan peraturan. Teknologi ini disebut mampu menghasilkan draf regulasi hanya dalam hitungan detik hingga menit, jauh lebih cepat dibanding proses konvensional.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut